Sabtu, 17 Juli 2010

penyesalan yang terlambat

Hhhmmmm, aku tadinya ingin mengawali hari ini dengan lebih optimis. Apalagi tadi malam aku menerima kabar mengenai adikku, Jessica, telah lulus SMPTN. Jes diterima di teknik industri, ITB. Aku senang sekari. Makanya pagi ini aku juga menyempatkan untuk membuka facebook aku dan ingin menuliskan kebahagiaanku & kebanggaanku yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Nah tadi malam, karena senang & optimis, ditambah aku juga membantu Firman menyusun draft tugas akhirnya. Dengan yakin, aku membuat status baru di account facebook bahwa aku yakin akan menyelesaikan bagianku paling lambat akhir bulan ini.
Barusan aku melihat comment atas statusku itu. Dan seketika terasa mengacaukan hariku. Rasanya dongkol, tapi emang benar. Aku yakin & optimis, tapi tidak bergerak & berusaha. Aku stuck sekarang karena keadaan laptop yang tidak tahu mau diapakan.
Komponen VGA laptop sudah sangat lemah. Satu-satunya jalan yah hanya menunggu komponen baru yang sama dengan jenis laptopku, TOSHIBA TETRA seri M. Tapi jenis seperti punyaku sulit, karena jenis barang import.

Tuhan, aku ingin menangis. Aku harus bagaimana, Bapa? Tolong beri aku jalan keluar. Bantu aku, Bapa. Kalau aku begini terus, bagaimana aku dapat memuliakan nama-Mu? Malah mereka semakin merendahkan & menganggap remeh aku, Bapa. Bagaimana, Bapa?
Bapa, beri aku hati & telinga yang lebih lagi mendengar suaramu.
Aku tidak bisa berpikir lagi, Bapa. Tapi terlebih dahulu, aku memohon ampun karena melupakan-Mu di dalam segala usahaku.
Maafkan aku, Bapa.
Aku benar-benar putus asa, Bapa. Aku merasa tidak ada yang dapat mengerti posisi & perasaanku saat ini kecuali diri-Mu, Bapa. Tidak ada tempat aku mengadu kecuali dengan diri-Mu, Bapa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar