Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label my future

Kiranya...

Bapa yang baik.. Terima kasih atas semua kasih karunia yang telah Engkau beri kepadaku dan keluargaku. Aku bersyukur Bapa begitu mengasihi keluarga kecil kami ini. Bapa mengasihi papa mama, aku, dan adikku, Samuel Tuhan, kiranya Engkau yang adalah tabib di atas segala tabib, menyembuhkan papa dengan sempurna. Kiranya Engkau mengizinkan papa untuk dapat menjadi kesaksian bagi kemuliaan nama-Mu. Aku, mama, dan Samuel, bahkan papa, percaya dan mengimani bahwa papa sudah sembuh. Tuhan sudah berkuasa dan melakukan hal yang ajaib. Tuhan itu luar biasa. Tuhan-ku itu ajaib. Ia mampu melakukan hal yang mustahil sekalipun. Tuhan, kiranya Engkau mendengar keluh kesah adikku, Samuel. Aku juga turut merasa bersalah karena masih belum bisa meringankan bebannya. Samuel sedang pusing dengan proposal tugas akhirnya yang selalu ditolak oleh dosen. Pada saat yang sama, Samuel juga sibuk dengan pekerjaannya.Yan membuatku terluka, aku masih elum bisa memberi hadiah untuk adikku satu-satunya itu untuk ulang...

tekad baruku menjadi wanita karier

Hal ini terpikirkan setelah aku ke rumah Ompung Taman Solo dan mendengar pembicaraan Ompung dengan mamaku. Ompung seakan-akan sudah merasa kesehatannya semakin menurun, makanya selama ia masih kuat & sehat mau liburan ke Medan bulan Agustus ini. Akan tetapi mendengarnya aku semakin terpacu, apa lagi dengan suasana yang santai, Ompung mendorong aku untuk cepat lulus dan mencari kerja dengan usahaku. Waktu di sana, mama memandangi photo mendiang Ompung Taman Solo Doli. Mama bilang kangen juga dengan Ompung. Aku juga kangen. Saat itu, aku teringat kata papa, mama, dan Ompung Taman Solo cewek tentang impian Ompung doli terhadapku. Ompung ingin aku menjdi seorng putri yang pintar, cantik, dan hebat. Ompung memimpikn aku menjadi wanita karier yang mengagumkan. Yah, aku akan menjadi seperti yang diimpikan. Sekarang aku teringat impian dan harapan ompung pintu air cewek, memang tak jauh beda. Dan aku percaya, mereka tetap percaya hingga akhir kalau aku pasti bisa. Saat aku melihat photo om...

Resolusi Tahun 2010

Tahun 2010 ini aku memiliki beberapa resolusi. Aku menyadari bahwa aku memiliki banyak kekurangan. Seperti halnya yang lain, aku menginginkan banyak perubahan yang lebih baik. Pertama, aku harus menyelesaikan skripsiku dengan baik, harus dapat A untuk skripsiku. Aku menargetkan lulus paling lambat September 2010 ini. Namun sebelumnya pastinya target aku untuk semester ini, aku harus mendapat IP 4. Jadi berarti semua mata kuliah dapat A. Ujian akhir semester 7 ini mulai tanggal 11 Januari 2010, aku harus bisa. Semangat untuk ujian akhir!!!!! Oh ya, tanggal 9 Januari 2010 ini ada Natal CIVITAS IPB. Jadi ini menjadi salah satu resolusi untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan. Memberi pelayanan terbaik. Kemudian resolusi lainnya adalah setelah lulus, aku harus mendapat pekerjaan yang bagus. Aku harus memperbaiki bahasa inggrisku dan meningkatkan kemampuan bahasa mandarin. Aku tak boleh menjadi lulusan sarjana yang biasa-biasa saja. Untuk tahun ini, aku mau les bahasa inggris lagi. Mendapat...

Setelah mendengar khotbah Pak Josia 4 Oktober 2009

Thema khotbah untuk bulan Oktober ini adalah The Secret of Praise . Hari ini adalah pembukaan. Puji Tuhan aku bisa mendengar khotbah yang luar biasa ini. Pak Josia menekankan arti penting dari "pujian" . Berdasarkan dari arti bahasa aslinya, pujian menitikberat pada 3 hal. Pertama , sikap hati yang bangga, kagum, dan hormat kepada Allah yang begitu luar biasa . Yah, ini benar-benar mengingatkanku bahwa pada saat aku menaikkan pujian penyembahan, aku harus memiliki sikap hati yang bangga dan hormat kepada Bapa yang aku sembah. Bukannya malah menyibukkan diri dengan hal-hal lain, misalnya saja memperhatikan pemimpin pujiannya ataupun mengoomentari penari ataupun pemusiknya. Kedua , isinya. Maksudnya adalah kita yang senantiasa bersyukur atas semua berkat yang kita terima . Saat pertama kali membuka mata hari, seharusnya aku mengucapkan syukur karena masih diberi nafas kehidupan. Kemudian setelah bangun, aku masih bisa bergerak. Seharusnya aku mengucap syukur karena aku tidak s...

Kesaksian dariku mengenai perpuluhan

Puji Tuhan hingga sekarang aku membayar perpuluhanku. Dan yang begitu luar biasa dan menakjubkan, persembahan perpuluhan aku meningkat. Aku benar-benar senang sekali. Aku jujur mengatakan bahwa begitu banyak godaan utk tdk usah membayar persepuluhan. Tp aku ingin benar-benar setiap melakukannya. Kondisi keuangan dan kehidupanku dimenangkan. Aku merasa luapan kebahagiaan dan sukacita. Ku yakin bahwa apa yg aku alami ini merupakan berkat yg lebih besar nilainya. Puji Tuhan krn beberapa bulan lalu di GBI Nafiri Allah Green Ville aku mendengar khotbah Pendeta Josia soal persepuluhan, tak lama aku juga dengar kesaksian seorg pengkotbah di PF-FEMIPA. Hal ini benar-benar menguatkanku utk membayar persepuluhanku. Aku bertekad utk setia. Persepuluhan itu merupakan hak Bapa. Sama halnya dgn persembahan persepuluhan, aku rindu utk memberikan persembahan sulungku utk Tuhan, yaitu memberi 100 % gaji pertamaku utk Tuhan. Gaji yg pertama kali ku hasilkan dgn usahaku sendiri. Nah utk skrg, aku akan me...

thema skripsi???

Waduh, akhirnya aku menghadapi hal ini. Sabtu kemarin menghadap Pak Azam, diskusi soal themaku, permodelan LQ 45. Kata Pak Azam, Ari sudah buat permodelan, malah sudah buat untuk model pasar saham Asia Pasifik. Aku harus mencari sesuatu yg baru, yg benar-benar membuatku mendapat ilmu yg baru. Aku tak boleh mengecewakan orang-orang yg sudah begitu bangga dan mengharapkanku. Ini bukanlah hal yg berat karena Bapa besertaku. Jujur, aku masih bingung. Aku harap aku mendapat inspirasi di dalam menulis tugas besok. Bagaimana ya? Apakah ada saran dan ide untuk penulisanku nanti? Aku tak boleh menyerah. Semangat!!!

Pemilihan topik dan dosen pembimbing skripsi

Tadi di kelas dibagikan formulir pemilihan topik dan dosen pembimbing skripsi. Sejak awal aku ingin ambil ekonomi moneter, perbankan dan keuangan. Mengenai dosen pembimbing aku ingin Bapak Noer Azam Achsani, tp setahuku begitu banyak yang ingin Pak Azam jadi dosen pembimbing skripsi. Tadi kata Fakhrul sebaiknya bertemu langsung Beliau dan mengutarakan sendiri maksud aku meminta Bapak Azam menjadi dosen pembimbing skripsiku. Masalahnya aku belum punya keberanian utk meminta Pak Azam, aku belum mempunyai topik permasalahan yang jelas utk skripsi. Aku tahu bahwa aku ingin membahas tentang pasar modal atau pasar saham atau arsitektur perbankan indonesia. Tapi pokok permasalahan yg ingin aku angkat itu apa. Akubenar-benar masih blank . Aku akui bhw aku tak memanfaatkan libur dgn baik. Bapa, beri aku hikmat dari Engkau. Aku tak dapat berpikir apa-apa. Apa permasalahan yg ingin aku angkat dlm skripsiku, Bapa? Jika Engkau mengizinkan, aku yakin Bapak Noer Azam Achsani akan menjadi Dosen Pembim...

Setelah mendengar khotbah Pak Josia 17 Mei 2009

Setelah mendengar khotbah Pak Josia mengenai Ekonomi Kerajaan Allah. Aku mendapatkan banyak hal untuk dilakukan sekarang dan jika nanti aku sudah bekerja dan bahkan jika sudah berkeluarga nanti. Pertama , aku ingin berdoa untuk semua teman-temanku yang meminjamkan uang padaku. Aku akui bhw aku memang tak tulus, aku mengharapkan timbal balik. Aku ingin mendoakan mereka, kemudian menghubungi mereka & menyatakan bahwa aku menghapuskan semua hutang mereka. Aku ingin menyatakan bhw aku mengasihi mereka secara tulus. Kedua , pastinya mulai sekarang hingga seterusnya aku harus taat untuk mebayar perpuluhan. Oleh sebab itu, aku akan rajin mencatat berapa saja uang yang aku peroleh. Aku memang banyak mendapatkan berkat, namun begitu banyak belalang pelahap sehingga uang dan berkat itu tak pernah cukup bagiku. Ketiga , aku ingin lebih bermurah hati, pada orang yg memang sangat membutuhkan. Biarkan Tuhan yang membukakan hatiku setiap saat. Itulah yang ingin aku lakukan sekarang. Nah mengenai ...

gajiku nanti...

Skarang sudah semester 6, tak terasa semester depan aku terakhir kuliah, tinggal menyusun skripsi. Tuhan Yesus benar2 baik, ia memberi yg terbaik padaku. Aku begitu suka cita dgn segala yg aku alami di bogor ini. Pada akhirnya aku akan sampai pada suatu gerbang tahap baru. Setelah lulus dari kampus ini, aku dihadapkan pada tahap dimana aku harus memikirkan pekerjaan. Aku yakin Tuhan akan menempatkan aku di tempat yg terbaik, memang awalnya sulit dan mungkin saja untuk awalnya aku begitu bekerja keras, tp aku tak sendirian. Aku berjalan bersama Yesus, bebanku itu tak berat, bahkan aku digendongNya. Jadi aku tak perlu khawatir. Bagiku, jika aku bekerja nanti, apapun itu pekerjaannya, Gaji pertama 100 % aku akan kembalikan pada Tuhan, besar ataupun kecil, aku tetap akan beri pada Tuhan. Gaji kedua , aku akan mengembalikan 10 % dari gajiku kepada Tuhan, sisanya 90 % untuk papa dan mama ku tersayang ( aku sayang sekali dgn papa dan mama. Tanpa papa dan mama, aku ini tak ada apa2nya. Aku y...