Senin, 25 Januari 2010

Reuni kelas 3-A SMP Budi Murni 3 - Data Base

Wahai teman-temanku, dimanakah kalian semua??? Di note aku sebelumnya aku sudah mengajak kalian untuk reuni dalam waktu 1 atau 2 tahun lagi. Tergantung kalian bagaimana. Aku menampung ide. Aku mengusulkan kita kumpul di Medan saja. Tapi waktu dan tempat pastinya perlu dibicarakan lebih lengkap dan jelas. Aku sudah hampir 4 tahun tdk pulang sama sekali ke Medan.
Aku mengundang teman-teman yang lain yang ingin membantu dalam menyusun terlaksananya acara ini. Taufik sudah bergabung. Ayo siapa lagi. Atau teman-teman dapat membantu dengan mencari keberadaan teman kita yang belum aku tahu facebooknya. Aku masih belum ada facebook Friska, Fransisca, Shierly, Sally, Sugianto, Fendy, Herry, Denny..Kalau tahu, tolong kasih tahu ID mereka yah..Biar langsung aku add...
Aku benar-benar rindu kalian. Ingin bertemu dan bercerita mengenai apa yang sudah kita lewati selama 7 tahun ini. Pasti seru deh...Aku sudah tak sabar. Tapi kita harus benar-benar menyusunnya. Usahakanlah kita semua ada. Ok???
Untuk menyusun data base aku ingin kalian menjawab pertanyaan ini yah :
(1) no HP
(2) alamat e-mail
(3) alamat skrg lengkap dgn kode pos
(4) no telp rumah
(5) keberadaan : medan/jakarta/bandung/luar negeri [sebutkan nama negara]

Teman-teman, tolong kirim ke e-mail aku di mariasilitonga@ymail.com atau bisa lewat facebook aku (maria_m2me@yahoo.co.id). Aku tunggu yah...

Kamis, 21 Januari 2010

Rencana reuni SMP Budi Murni 3

Wah sudah tak terasa aku bersama teman-temanku meninggalkan bangku SMP sejak Juni 2003. Berarti sudah hampir 7 tahun tidak bersua. Aku kangen banget dengan teman-temanku. Ingin bertemu kembali. Bagaimana yah kabar mereka sekarang ?
Aku ingin tahu mereka sekarang di mana? Aku masih saja di Bogor, menyelesaikan kuliahku di Institut Pertanian Bogor. Aku ingat dulu, tapi aku lupa siapa yang bilang, kalau tidak salah kelas 2 atau 3. Waktu di barisan, mau masuk kelas, entah pembicaraan bermula darimana ada yang bilang aku bakal kuliah di IPB, tapi saat itu aku marah besar dan malah bilang amit-amit. Eh nyatanya aku masuk IPB. Ternyata bagus banget lho. (Hohohohohoho, ceritanya aku lagi promosi nih) Aku masuk mayor Departemen Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan dan minor Statistika Sosial Ekonomi. Ringkasnya ujung-ujungnya jadi Sarjana Ekonomi juga. Tapi aku tidak mahir di bidang akuntansi dan manajemen. Yah, sebenarnya lulusan seperti aku kebanyakan lebih cocok jadi pengamat ekonomi, dosen, kerja di Departemen Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia. (Hohohohohoho, aku promosi besar-besaran nih.)
Aku tahu beberapa masih di Medan, lalu ada yang di Singapura, ada yang di Jakarta, ada yang di Australia. Waduh, aku lupa di mana saja. Tapi aku ingin sekali mengajak mereka untuk mencari waktu berkumpul bersama. Aku menunggu kabar mereka.
Aku juga punya pertanyaan apakah sudah ada yang menikah. Jika sudah menikah, apakah sudah punya anak. Aku bertanya hal ini. Lalu aku juga ingin tahu apa mereka sudah punya pacar. Apa ada di antara kami yang masih saling pacaran. Banyak yang ingin aku berbagi cerita. Nah, maunya waktu kami bertemu bisa bawa pasangan masing-masing. Saling bercerita dan nostalgia. Pasti menyenangkan. Apalagi mengingat bahwa kami satu angkatan bisa dikatakan kompak. Aku bangga dengan mereka semua. Meski kompak, tapi kami juga ada berantemnya lho. Nah, itulah yang buat pertemanan kami berkesan. Teman itu memang seperti itu bukan ?

Nah, aku mengundang teman-teman menjadi panitia reuni ini. Aku belum pernah kembali ke SMP Budi Murni 3 sejak Juni 2006 kalau tidak salah. Aku tidak tahu kabar terakhir di sana. Nah, jika ada yang berminat hubungi aku yah ke e-mail aku : mariasilitonga@ymail.com atau langsung hubungi lewat facebook aku Maria Catherine (e-mail : maria_m2me@yahoo.co.id). Karena lumayan banyak yang di luar negeri mungkin baru bisa terlaksana tahun 2011 atau 2012. Pokoknya harus pastikan kita satu angkatan datang yah...

Note : Aku kehilangan kontak dengan Friska Tampubolon. Siapa pun yang tahu tolong kasih tahu aku yah...

Love u all

Rabu, 20 Januari 2010

Januari-resolusi & spesial untuk sahabatku

Bulan Januari bukan hanya spesial buatku. Januari adalah bulan pertama dalam satu tahun. Pada bulan ini banyak orang yang menyusun rencana resolusi yang harus dicapainya dalam satu tahun ke depan. Di bulan Januari banyak sekali harapan-harapan yang muncul untuk bulan-bulan ke depan.
Sama halnya dengan orang lain, begitu juga yang aku pikirkan tentang bulan Januari. Di bulan ini aku mulai berpikir target yang ingin aku capai dan bagaimana cara aku mencapainya. Jujur saja hal ini mulai aku lakukan setelah 3 tahun terakhir. Yah karena selama ini aku merasa kehidupanku aman dan terjamin. Ada papa, mama, dan keluargaku yang sudah membuat plot untuk aku lalui. Jadi, aku merasa santai. Makanan yang akan aku pakai sudah terjamin. Tempat tinggal terjamin. Pakaian terjamin tak kurang. Fasilitas cukup baik aku terima. Uang cukup. Soal pendidikan apalagi. Aku tak perlu pusing soal bayar uang sekolah dan setelah lulus mau ke mana. Tahun berganti tahun berlalu. Aku begitu nyaman dengan apa yang sudah dipersiapkan. Aku tak memiliki resolusi setiap awal tahun.
Aku mempunyai resolusi untuk menjadi lebih baik hanya pada saat masalah akibat kelalaianku itu benar-benar membuatku jera. Misalnya pada saat juaraku turun. Aku langsung membuat resolusi untuk dapat memperbaiki nilai di semester selanjutnya. Namun saat kembali semula, lama kelamaan aku melupakan itu dan kembali jatuh lagi. Setelah jatuh baru resolusi lagi.
Oh ya ada juga resolusi waktu aku kelas 6 SD. Itu karena aku ditampar oleh wali kelasku karena menurutnya aku tukang terlambat dan pembuat onar. Aku yang tak pernah dipukul oleh papa mama, berjanji untuk berubah. Aku tidak pernah telat lagi dan aku baik di kelas. Aku berhasil mengambil hati guruku itu dan berusaha menjadi anak baik dan manis di depannya.
Aku mulai memikir tentang solusi di awal tahun sejak 3 tahun terakhir karena kondisi aku yang merantau di Bogor. Aku merasa sendiri dan harus menyusun strategi untuk tetap bertahan dan menjadi lebih baik. Terutama pada saat aku merasa ditinggalkan dan ditipu oleh orang yang aku percaya. Yah sebenarnya hanya karena orang tersebut tidak menepati janjinya. Namun hal tersebut membuat aku menjadi meras sendiri, tidak ada yang benar-benar dapat dipercaya untuk memegang janji.
Aku memulai untuk membuat resolusi untuk diriku sendiri. Berusaha menjadi lebih baik dan memperbaiki hubungan dengan sekitar. Kemudian aku mulai memikirkan hal-hal yang harus aku capai.


Selain soal resolusi, aku menganggap bulan ini spesial sejak SMP. Sejak aku bertemu dengan 3 orang yang aku anggap sebagai sahabatku. Mereka itu Erwet, Martin, dan Angela. Aku senang sekali bertemu dengan mereka. Meski hanya 3 tahun, tapi aku senang koq. Setiap awal tahun, aku pasti ingat bahwa Erwet akan ulang tahun 2 hari setelahnya yaitu tanggal 3 Januari. Kemudian Martin tanggal 17 Januari dan Angela tanggal 27 Januari. Setelah lulus SMP, aku masih sering sms Erwet mengucapkan selamat ulang tahun. Namun untuk Martin dan Angel tidak karena aku tak punya nomor mereka. Setelah bebrapa lama lost contact aku bertemu lagi lewat dunia maya. Aku harus puas mengucapkan selamat ulang tahun lewat dunia maya. Aku tidak tahu nomor Erwet dan Martin. Aku hanya tahu nomor Angela. Syukurlah kami bisa saling mengirim short messages sekarang. Aku senang sekali.
Erwet itu adalah temanku yang paling pintar. Aku kagum sekali dengannya. Aku tak mungkin mengalahkan seorang Erwet. Kemampuan seninya apalagi. Tak perlu ditanyakan. Aku suka dengan gambar-gambarnya. Aku suka dengan terus terangnya. Erwet itu lucu dan enak sekali diajak berteman. Masih banyak yang aku kenang tentang Erwet.
Martin apalagi. Waktu kelas 1, Martin duduk di belakangku bersama Denny. Mungkin karena itu juga kami bisa akrab. Apalagi waktu kelas 2 kami duduk sebangku. Aku ingat kita 2 kali bertengkar, sampai aku ingin pindah tempat duduk. Memang aku terlalu kekanak-kanakan sekali. Jika aku pikir-pikir, aku itu sudah menyusahkan dia. Aku marah-marah tidak jelas. Maklum saja masih anak bau kencur. Aku ini sok sekali. Suka semena-mena. (Hehehehehehehe, Tin, maaf yah atas semua kesalahan aku yang buat kamu kesal). Aku ingat pernah tidak sengaja melempar Martin dengan penghapus papan tulis. Aku benar-benar tidak sengaja, namun karena harga diri terlalu tinggi, aku malah hanya lari keluar kelas. Tapi tanpa mereka tahu sebenarnya aku ke UKS, aku malah nangis sampai waktu mau bubaran. Pokoknya aku sangat menghargai waktu yang sudah lewat. Martin itu orang yang periang dan asyik. Oleh sebab itulah ia punya banyak teman.
Angela ini benar-benar lembut. Ia cantik, manis, dan putih. Benar-benar seperti namanya angel, seperti malaikat. Aku beruntung punya teman seperti dia. Rumah Angela juga dekat dengan rumahku. Aku sering ke rumahnya. Kita belajar bersama. Sungguh menyengkan karena jujur saja karena baru itulah aku ke rumah teman. Sebelumnya mama tidak pernah mengijinkan aku untuk ke rumah teman. Apalagi waktu itu ada kejadian yang tak mengenakkan, membuat hubungan aku dengan temanku jadi sedikit kacau. Yang membuat aku senang, Angela ada di sampingku. Dia mendukung dan percaya aku. Senang sekali. Di kelas, Angela suka menjadi sasaran kejahilan temanku laki-laki, tapi sebenarnya hanya bercanda. Senang sekali rasanya aku menemukan Angela di dunia maya dan sekarang aku punya nomornya. Hehehehehhehehe......

Minggu, 10 Januari 2010

Jalan cerita "DOWN WITH LOVE"

Ini dia serial terbaru Jerry Yan dan Ella Chen..Aku suka banget dengan Ella yang tomboy tapi manis..chubby tapi gak tahan dech sama senyumnya....Emang dech S.H.E benaran TOP abis dah...Jerry juga idola aku tuh...Gak sabar nunggu serialnya, padahal baru diputar Febuari 2010.

Yang Guo, seorang gadis Taiwan biasa, tidak ada latar belakang kaya dan terkenal, tidak cantik penampilan luar maupun bakat yang luar biasa. Yang ia miliki hanyalah hati yang baik, polos, hangat dan kepribadian yang optimis dan tahu bagaimana bersyukur dan menghargai apa yang dia punya. Xiang Yu-ping, dengan lisensi hukum bicoastal adalah seorang ahli dalam gugatan perceraian dan warisan. Mungkin orang akan menggunakan kata-kata seperti dingin, egois, kasar dan kejam untuk menggambarkan dirinya tetapi tidak seorangpun bisa menyangkal bahwa dalam profesinya, ia adalah yang terbaik dan paling sukses.

Pasangan ini yang tampaknya tidak memiliki hubungan satu sama lain dan sama sekali tidak cocok dengan kepribadian secara ajaib dibatasi oleh takdir melalui dua anak. Setelah kakak Yu-ping meninggal dalam kecelakaan mobil, Yu-ping harus mengambil kedua anak yatim piatu - Fei dan Ting, anak kakaknya. Meskipun anak-anak muda, mereka juga sangat nakal sehingga bahkan Yu-ping tidak bisa mengatasi mereka. Untuk membuat hal yang lebih buruk, setiap pengasuh yang disewa Yu-ping entah takut oleh anak-anak atau entah bagaimana akhirnya jatuh cinta dengan Yu-ping. Mencapai jalan buntu, Yu-ping tidak punya pilihan selain meminta sekretarisnya Yang Duo untuk menemukan pengasuh yang akan memenuhi persyaratan.

Yang Duo yang pelit dan 'gila uang' kebetulan menjadi kakak dari Yang Guo. Sebenarnya baik dia dan Yang Guo berasal dari keluarga kaya ketika mereka masih muda. Sayangnya setelah ibu mereka yang berpikiran keras meninggal, ayah mereka yang ambisius tapi tidak memiliki kemampuan dengan cepat menghabiskan kekayaan keluarga menjauh dan meninggalkan dua anak perempuan untuk berjuang sendiri, sementara ia melarikan diri untuk menghindari debitur. Sejak itu, dua saudara perempuan tergantung satu sama lain. Sementara cobaan yang mereka alami mendidik mereka menjadi independen dan berkepribadian yang kuat, itu juga yang membentuk Yang Duo menjadi pelit, dan akan melakukan apa saja untuk uang.

Ketika dia tahu bosnya Yu-ping menyediakan kesempatan kerja, tentu saja ia tidak ingin melewatkannya. Jadi tanpa ragu-ragu, ia sarankan adiknya Yang Guo untuk pekerjaan pengasuh dan dalam rangka untuk memastikan Yu-ping bahwa Yang Guo tidak akan jatuh cinta padanya, ia bahkan berbohong kepadanya bahwa adiknya yang tomboy tidak suka laki-laki sama sekali.


Karena beberapa kesempatan kesalahpahaman, pertemuan pertama Yang Guo dan Yu-ping sudah tidak 'enak'. Hal ini membuat Yu-ping untuk lebih percaya bahwa tidak mungkin bagi Yang Guo untuk jatuh cinta kepadanya, maka Yang Guo berhasil menjadi pengasuh baru untuk Fei dan Ting. Meskipun ia diberi waktu yang sangat sulit oleh dua anak-anak, tapi dengan tekad dan tidak pernah-memberikan sikap menyerah, dia bekerja keras untuk mencairkan hati yang kesepian dari dua anak dengan perhatian dan perawatan yang tulus. Dalam interaksi sehari-hari mereka, Yang Guo juga menemukan bahwa Yu-ping yang dingin juga mempunyai sisi baik dan manis dan tidak bisa menahan diri diam-diam jatuh cinta kepadanya.


Sayangnya, Yu-ping sudah punya pacar, yaitu seorang aktris terkenal, Fan. Fan cantik dan elegan. Mereka mulai berkencan sejak universitas. Kemudian karena Fan mulai menjadi populer di dunia hiburan, hubungan mereka tidak bisa diketahui publik. Fan juga karena harus melakukan pemutaran film di Daratan Cina untuk jangka waktu yang lama, dengan jadwal yang padat mengurangi waktu yang mereka untuk bisa bertemu satu sama lain. Yu-ping tidak bahagia bahwa hubungan mereka tidak bisa diungkapkan. Pada saat yang sama, untuk menghindari penghalang untuk pekerjaannya, ia ingin untuk berpisah dengan Yu-ping.

Setelah hubungan yang rusak, Yu-ping lebih menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Yang membuat Ting dan Fei yang selalu berharap untuk cinta dan perhatiannya sangat sedih. Kemudian, melalui upaya-upaya Yang Guo, hubungan itu diperbaiki dan situasi menjadi lebih baik. Ini juga memungkinkan Yu-ping yang tidak pernah menikmati kehidupan kehangatan keluarga akhirnya merasakan cinta seperti itu untuk pertama kalinya. Yu-ping sadar bahwa dirinya telah diubah oleh Yang Guo dan mulai melihat gadis ini yang meskipun tidak terlalu cantik tapi selalu membuat orang merasa hangat dan bahagia. Sebuah untai halus perasaan mulai tumbuh di antara mereka. Namun Yu-ping terus percaya bahwa tidak mungkin bagi Yang Guo jatuh cinta padanya dan begitu ia menyimpan perasaan di dalam hati.


Pada saat ini, setelah berpisah, Fan menemukan bahwa dia masih tidak bisa melupakan Yu-ping dan ingin kembali bersama-sama dengan dia lagi. Namun, dia menemukan bahwa Yu-ping tidak lagi mempunyai perasaan terhadap dia. Sebaliknya, ia jatuh cinta dengan pengasuh anak - anak bebek yang jelek, Yang Guo. Fan yang sombong tidak bisa menerima kebenaran ini dan memutuskan untuk menggunakan metode apa saja yang diperlukan untuk mendapatkan kembali hati Yu-ping.

Zhong, desain interior yang tampan dan sopan adalah teman baik dari Yu-ping dan Fan di universitas. Dia juga pernah sangat mencintai Fan tetapi karena orang yang dicintai Fan itu Yu-ping, ia tidak mengejar dia meskipun dia terus mencintainya. Zhong adalah impian semua gadis karena keluarganya sangat baik di Hangzhou dan Shanghai dan dia sangat berhasil dalam profesinya dan tampan juga. Dengan pemikiran, Fan minta Zhong untuk mengejar Yang Guo dalam rangka untuk menghancurkan segala kemungkinan antara Yang Guo dan Yu-ping. Untuk menghindari Fan bersedih, Zhong yang baik hati sulit menolak permintaan yang tidak masuk akal ini.

Rencana Fan berjalan. Yang Guo benar-benar berpikir bahwa Yu-ping dan Fan kembali bersama-sama. Dalam keadaan patah hati, ia perlahan-lahan berpindah ke Zhong karena kelembutan dan pengertian pria itu. Yu-ping ketika mengetahui bahwa sahabatnya berkencan Yang Guo, meskipun ia merasa sakit, ia masih berharap bahwa Yang Guo akan bahagia. Yang Guo diundang Zhong untuk menjadi asisten di perusahaannya. Dia membawa Yang Guo ke Hangzhou dalam perjalanan bisnis dan mengambil kesempatan untuk memperkenalkan dirinya kepada ibunya. Ibunya Yang Guo menemukan kekurangan dalam segala hal. Sikap dan perilaku Yang Guo sering membuat malu ibunya. Namun, untuk mencegah konflik apapun untuk Zhong, Yang Guo masih menangani segalanya dengan senyum.

Yu-ping tidak bisa mencegah diri dari berpikir tentang Yang Guo. Dia sangat mengerti bahwa di dalam hatinya, Yang Guo tak tergantikan. Dia menolak Fan di setiap kesempatan, meninggalkan pekerjaannya dan bergegas ke Hangzhou, hanya untuk mengkonfirmasi apakah Yang Guo benar-benar bahagia. Yu-ping menyaksikan perlakuan tidak adil yang diterima Yang Guo dari keluarga Zhong. Dia menahan rasa sakit dan dengan lembut menghibur Yang Guo. Dia bahkan memberi saran kepada Yang Guo. Yang Guo bekerja keras dan menunjukkan ketulusan dan akhirnya dia merubah pikiran ibu Zhong yang tulus menerima Yang Guo sebagai menantu masa depannya.

Fan akhirnya menyadari bahwa apa pun rancana yang ia coba, ia tetap tak bisa menangkan kembali hati Yu-ping. Dalam keadaan marah, ia mengalihkan perhatiannya untuk menghancurkan hubungan antara Yang Guo dan Zhong untuk menyakiti Yang Guo. Ketika Yang Guo mengetahui bahwa Zhong mengejar dirinya merupakan kebohongan dan penipuan, ia kaget dan bingung. Namun, pada saat yang sama, ia menemukan bahwa Yu-ping yang telah merawat dia di sisinya selama ini benar-benar mencintainya untuk waktu yang lama ....


Suatu hubungan harus selalu melalui cobaan dan kesengsaraan sebelum orang tahu bagaimana berhatganya itu. Yang Guo selalu percaya bahwa di dunia ini ada cinta tanpa syarat. Dia juga akhirnya merasakan buah dari "Cinta mengalahkan segalanya" - Yu-ping dan Yang Guo mengaku cinta mereka satu sama lain. Dengan berkat-berkat semua orang, akhirnya mereka bersama-sama. Sedangkan Zhong, setelah kehilangan Yang Guo, ia tiba-tiba menyadari bahwa di sampingnya, masih ada Yang Duo yang telah menunggunya selama ini ....

Sabtu, 02 Januari 2010

Resolusi Tahun 2010

Tahun 2010 ini aku memiliki beberapa resolusi. Aku menyadari bahwa aku memiliki banyak kekurangan. Seperti halnya yang lain, aku menginginkan banyak perubahan yang lebih baik.
Pertama, aku harus menyelesaikan skripsiku dengan baik, harus dapat A untuk skripsiku. Aku menargetkan lulus paling lambat September 2010 ini.
Namun sebelumnya pastinya target aku untuk semester ini, aku harus mendapat IP 4. Jadi berarti semua mata kuliah dapat A. Ujian akhir semester 7 ini mulai tanggal 11 Januari 2010, aku harus bisa. Semangat untuk ujian akhir!!!!!
Oh ya, tanggal 9 Januari 2010 ini ada Natal CIVITAS IPB. Jadi ini menjadi salah satu resolusi untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan. Memberi pelayanan terbaik.
Kemudian resolusi lainnya adalah setelah lulus, aku harus mendapat pekerjaan yang bagus. Aku harus memperbaiki bahasa inggrisku dan meningkatkan kemampuan bahasa mandarin. Aku tak boleh menjadi lulusan sarjana yang biasa-biasa saja.
Untuk tahun ini, aku mau les bahasa inggris lagi. Mendapatkan nilai TOEFL di atas 500. Benar-benar target yang tinggi, tapi bukanlah hal yang mustahil.
Tahun ini aku juga harus meningkatkan kebiasaan membaca buku. Jangan malas!!!Jumlah buku yang harus aku baca tahun ini harus di atas 10 buku dan benar-benar bermutu dan bermanfaat. Buku adalah jendela dunia. Aku tidak mau menjadi orang yang minim pengetahuan.
Untuk kehidupan rohani, aku ingin bertekad bahwa aku harus memiliki saat teduh yang tidak pernah 'bolong' satu hari pun. Jadi ke mana saja harus bawa alkitab dan saat teduh. Jangan ada alasan libur yah!!!!Libur tdk berarti saat teduh juga libur. Resolusi lainnya adalah harus membaca buku rohani paling tidak tahun ini ada 5 buku. Waktu sudah dekat, jadi harus semakin giat mencari tahu kehendak-Nya. Selain itu, aku punya resolusi untuk membaca alkitab dari Kejadian - Wahyu. Satu hari satu pasal setiap hari. Kemudian seperti mama, aku juga ingin mulai rajin baca Amsal setiap hari. Oh ya, selain itu aku mempunyai resolusi untuk memperbaiki kehidupan doaku. Harus buat jadwal doa yang ditepati. Nah untuk melakukan semua ini, aku benar-benar butuh bantuan Roh Kudus untuk mengingatkan aku.
Soal kehidupan pribadi, aku mempunyai resolusi untuk menurunkan berat badan dan menghilangkan lemakku. Semangat untuk lari pagi dan olahraga. Target tahun ini jangan sampai jatuh sakit. Jaga kesehatan. Kemudian aku harus mulai lebih belajar lagi berdandan dan bergaya. Aku harus memperbaiki diri.
Ingat!!!Jangan sampai jatuh atau lemah karena orang memandang rendah!!!!Pasti bisa koq!!!!