Senin, 12 Juli 2010

Fiction Story - dreamer

Ini adalah cerita khayalanku selama berhari-hari. Sebelum aku tidur, aku sering mengkhayalkannya. Maafkanlah kalau para fans asli dari para tokoh yang aku pakai membaca ini dan tidak menyukainya. Ini hanyalah khayalan konyol aku saja.

Maria tak sengaja bertemu dengan seorang wanita tua yang sedang membutuhkan bantuan. Wanita tua itu, Ny Thesa, ternyata adlh seorg kaya raya. Ny Thesa membawa Maria ke rumahnya. Ia meminta Maria sbg pewaris semua yg dimilikinya. Maria begitu kaget karena ia tak menyangkanya. Ia mengira dirinya sekarang sedang dikerjai. Akhirnya Tuan Jay menjelaskan bhw sebenarnya Maria adlh salah satu kandidat yang dipilih Ny Thesa & Ny Thesa merasa yakin dengan Maria utk menjadi pewarisnya.
Ny Thesa menemui kedua orang tua Maria. Ny Thesa menyatakan bhw Maria tdk akan begitu saja menjadi pewarisnya. Ny Thesa meminta Maria untuk membuktikan diri mengikuti ajang Putri Indonesia. Maria melakukan segala persiapan. Hingga akhirnya hari itu tiba. Maria keluar menjadi pemenang. Hal tersebut telah membuktikan bahwa Maria memiliki daya tarik, pintar, dan menawan.
Setelah memenangkannya, berarti Maria memiliki tugas selama satu tahun. Termasuk mengikuti kontes
Miss Universe. Dalam kontes itu Maria tidak menang, namun ia memiliki lebih banyak kenalan.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Maria pergi ke Inggris untuk menyelesaikan kuliah pascasarjananya. Setelah selesai, Maria kembali selama 2 bulan ke Indonesia.
Setelah dua bulan di Indonesia, Maria mulai bekerja di salah satu anak perusahaan Ny Thesa di Seoul. Maria bekerja sebagai pegawai biasa di bagian finansial. Tanpa seorang pun tahu bahwa dia adlh calon pewaris Ny. Thesa.
Ny Thesa yg ingin memberi kejutan utk Maria mengatur sebuah acara utk Maria. Ny Thesa ingin memberi hadiah spesial utk Maria.
Maria tiba di apartementnya. Hari itu ia merasa sangat lelah. Tapi ia merasa senang krn ditelepon papa mama & adiknya utk mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Maria berniat segera istirahat krn esoknya ia masih memiliki banyak pekerjaan.
Betapa kagetnya Maria ketika membuka pintu rumahnya sudah ada papa mama, adik, Ny Thesa, dan beberapa org kepercayaan Ny Thesa. Maria begitu bahagia. Namun yg begitu mengejutkan ketika seorg lelaki datang membawa bunga & memintanya menjadi kekasih pria itu selama 7 hari.
Maria terkejut menatap pria yang ada di hadapannya. Dalam waktu sekejap ingatannya 3 bulan lalu di Bali, liburan terakhirnya sebelum dia memasuki dunia rutinitasnya sekarang ini. Sekilas gambaran dirinya di sebuah club, berbincang dengan seorang pria, berdua dengan pria itu ke kamarnya, hingga akhirnya bayangan dirinya bangun di pai hari bersama pria itu di sampingnya dengan keduanya tanpa dibalut sehelai pun kain. Yah, pria itu adalah pria yang sekarang di hadapannya, memberinya bunga & memintanya menjadi pacarnya.
Maria masih dalam keadaan kaget, begitu pula tampaknya pria itu. Namun mereka disadarkan oleh Ny. Thesa yang mengatakan bahwa akhirnya Maria mendapat hadiah ulang tahun spesial berupa seorang kekasih selama 7 hari akan datang. Karena kedua orangtua & orang-orang yang disayangi di sana, Maria tak mau merusak suasana. Ia menerima bunga itu & malah berakting baru pertama kali bertemu dengan pria itu.
Malam itu papa, mama, adik,Ny. Thesa & org kepercayaan Ny. Thesa tidak lama-lama, dengan maksud memberi waktu kepada Maria dan Junsu untuk berbicara. Akhirnya tinggal mereka berdua beserta para kru acara tersebut. Maria tidak mungkin terang-terangan berbicara dengan Junsu. Mereka berdua benar-benar bagus berakting malam itu, tapi diam-diam Maria memberi nomor aslinya kepada Junsu untuk segera menghubunginya.
Keesokannya ia tidak bertemu dengan Junsu namun Junsu telah menghubunginya diam-diam tadi malam. Mereka sepakat untuk berakting seperti biasa saja. Tidak boleh mengungkit peristiwa yang di Bali.
Di hari ketiga, Maria janji bertemu dengan Junsu. Maria diminta datang menyaksikan pertunjukan Junsu beserta teman-teman satu kelompoknya. Maria datang telat, tapi untung saja Junsu belum tampil. Setelah selesai, Maria diundang oleh salah satu staf untuk ke kamar ganti. Ternyata di sana, Maria mendapat kejutan dari teman-teman Junsu. Mereka tahu bahwa dua hari yang lalu, tepat sewaktu Junsu dan Maria jadian merupakan ulang tahun Maria. Maria mengucapkan terima kasih & mengundang mereka untuk makan malam di rumahnya jika mereka memiliki waktu luang. Manajer mereka kemudian menjanjikan bahwa tiga hari ke depan mereka bebas.
Pada acara bersama itu, Maria digoda oleh teman-teman Junsu. Mereka bermain bersama. Tapi tak lama,karena mereka memiliki jadwal lain, mereka pamit duluan. Junsu sendiri mengantar Maria pulang.
Keesokannya, hari keempat, Junsu dan Maria janjian bertemu dekat dengan kantor Maria untuk sarapan bersama. Sebenarnya Maria ingin menolak, tapi Junsu memaksa karena ini permintaan pihak acara. Akhirnya mereka bertemu. Maria dalam keadaan yang tampak kurang baik. Maria tampak pucat dan mual terus. Maria berusaha menenangkan Junsu dengan megatakan bahwa hal tersebut hanya karena reaksi asam lambungnya yang sedang naik.
Setelah mereka berpisah, Junsu menghubungi Maria lewat no pribadi, bukan dengan no yang disiapkan pihak acara. Junsu mengkhawatirkan Maria yang tampaknya tidak terlalu baik. Namun Maria menanggapinya dengan alasan yang sama sewaktu di restoran.
Keesokannya, hari kelima, Junsu mengajak Maria liburan ke taman bermain. Mereka bermain bersama. Junsu yang mengetahui Maria memiliki penyakit maag akut, sedikit-sedikit menanyakan apakah Maria baik-baik saja. Junsu tampaknya ingin memberi Maria makan terus supaya tidak kambuh. Mereka berdua bermain gembira sekali.
Hari keenam merupakan hari janjian di rumahnya. Maria sengaja tidak bekerja hari itu. Ia sendiri yang memasak dan mempersiapkan segalanya. Akhirnya Junsu dan teman-temannya datang. Mereka mengagumi apartment Maria yang memang dapat dikatakan mewah itu. Maria mempersilahkan mereka untuk menunggu sejenak sementara itu dirinya menyajikan makanan. Tak lama kemudian ternyata terdengar bunyi bel. Maria sendiri ternyata sengaja mengundang beberapa teman wanitanya supaya tidak hanya dirinya sendiri wanita.
Teman-teman Junsu, Kangta, Junho, Daejoon, Danny, dan Taekyung, senang dengan kehadiran Ga In, mantan Miss Korea, dan Chae Rim, seorang model internasional, dan Bella, teman kantor Maria yang cantik. Sementara Maria mempersiapkan meja, mereka asyik menikmai kehadiran ketiga bidadari cantik tersebut.
Pada malam itu, mereka baru tahu mengenai Maria. Ga In menceritakan mengenai Maria yang dikenalnya sewaktu di karantina Miss Universe, Chae Rim menceritakan mengenai dirinya sering dibantu Maria selama di Inggris. Bella sendiri tidak banyak bercerita. Ia mengatakan bahwa lebih baik dirinya diam jika masih mau bertahan di perusahaan. Ternyata Ga In dengan polosnya berceletuk mengatakan bahwa Bella takut salah bicara di depan calon bosnya. Maria memberi kode kepada Ga In sehingga Ga In menghentikan bicaranya. Maria berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia menanyakan mengenai makanan yang dimasaknya sendiri. Malam itu mereka bermain bersama, begitu bahaga dan tawa. Akhirnya karena waktu, satu per satu pulang. Junsu membantu Maria membereskan rumah.
Keesokannya seperti yang mereka janjikan, Maria datang ke kantor management Junsu. Junsu dan teman-temannya sedang latihan dance. Maria memperhatikan dari sisi ruangan. Ia tampak antusias melihatnya. Daejoon yang sedang isirahat menyapa Maria. Maria sendiri tampak fokus memperhatikan gerakan-gerakan itu. Maria kemudian cerita bahwa dulu dirinya juga seorang dancer. Melihat hal tersebut seakan membiusnya kembali ke masa-masa yang terasa hidup. Daejoon menatap Maria dengan serius. Lagu telah berakhir. Semuanya kini berada di sekitar Maria dan Daejoon. Daejoon sendiri malah bangkit berdiri dan menyalakan musik kembali. Daejoon mengajak Maria untuk menari. Maria berusaha menolak, namun Daejoon tampak ingin mengajari Maria. Tak disangka Maria dapat mengikuti tarian tu, padahal dirinya baru melihat dua kali latihan yang berulang-ulang.
Setelah Junsu berganti pakaian, mereka jalan berdua. Mereka makan ice cream di taman di lantai atap kantor. Mereka sambil berbincang-bincang. Akhirnya Junsu mengantarkan Maria ke mobilnya. Setelah mereka berpisah, mereka harus memutuskan akan berpisah atau lanjut. Maria mengingat pembicaraannya di malam pertamanya, Junsu dan dirinya sudah berjanji akan mengakhiri hingga saat itu saja. Maria segera menulis pesan singkat & menyatakan terima kasih atas waktu yang menyenangkan bersama. Ia akan mengingat bhw dirinya pernah menjadi pacar Junsu & setiap kali melihat Junsu, ia akan mengingat semua kenangan baik bersama Junsu. Hingga waktunya Junsu tidak menanggapi apa-apa.
Setibanya di rumah, Maria segera mandi dan bersiap tidur. Tak lama terdengar bunyi bel pintunya. Ternyata Junsu. Ia membukakan pintu. Maria menanyakan alasan Junsu datang ke apartmentnya di malam seperti ini. Junsu sendiri tampak emosi dan kacau. Junsu kemudian menunjukkan selembar kertas. Maria begitu kaget melihat kertas yang dipegang Junsu. Ingatan Maria kembali ke seminggu lalu, pagi hari sebelu dirinya mendapat kejutan dari Ny. Thesa & keluarganya. Di pagi hari itu, ia mendapat kejutan di hari ulang tahunny. Dokter menyatakan bahwa dirinya hamil.
Maria menanyakan darimana Junsu mendapatkan kertas itu. Sementara itu Junsu menanyakan maksud dari surat keterangan tersebut. Junsu mengatakan bahwa ia menemukan surat tersebut waktu membantu Maria membereskan rumah. Ia tak sengaja salah membuka laci & menemukan surat tersebut.
Junsu kemudian menanyakan kembali, kali ini dengan jelas apakah Maria hamil anaknya. Maria kaget. Ia merasa badannya lemas. Maria terduduk di sofanya. Junsu menghampiri Maria dan menanyakan kembali,apakah itu anaknya atau bukan.Tanpa mereka sadari ternyata Ny. Thesa sudah berdiri di depan pintu. Mereka menyadari kehadiran Ny. Thesa karena Ny. Thesa langsung pingsan setelah mendengar hal tersebut.
Maria, Junsu, dan Tuan Jay membawa Ny. Thesa ke RS. Ketika menunggu di ruang UGD, Junsu kembali bertanya. Maria yang masih berurai air mata mengiyakannya. Maria mengatakan bahwa Junsu jelas-jelas tahu bahwa Maria pertama kali melakukannya dengan Junsu. Junsu sendiri melihat bercak darah di seprai waktu hari itu. Setelah itu, Maria tidak pernah dekat dengan lelaki manapun. Maria yakin bhw yang dikandungnya adlh anak Junsu. Junsu tampak sangat kaget mendengarnya. Ia segera pergi meninggalkan Maria. Tak lama, Ny. Thesa keluar dari UGD dan dibawa ke ruang inap biasa. Tapi Maria tidak ikut, ia malah kembali ke apartmentnya.
Malam itu juga Maria pergi ke Inggris. Ia berusaha kabur dari semuanya, ia merasa bersalah kepada Ny. Thesa. Ia takdapat menjadi pewaris yang diharapkan. Ia juga telah membuat malu keluarganya yang menjunjung tinggi nila-nilai ketimuran dan kekudusan. Maria sudah bersalah, tapi ia tak mau menggugurkan kandungannya.
Empat bulan kemudian, usia kandungan Maria kini 7 bulan. Maria bekerja sebagai staf finansial di suatu perusahaan. Tak disangka pada saat ia kembali ke apartmentnya yang sangat sederhana, di sana sudah ada Ny. Thesa dan Tuan Jay. Ny. Thesa mengatakan bahwa dirinya mencari Maria. Maria merasa bersalah karena telah mengecewakan Ny. Thesa. Ny. Thesa akhirnya menceritakan bhw bagaimanapun dirinya tetap menjadikan Maria sebagai pewarisnya karena kakek Maria adlh cinta pertama dan satu-satunya bagi Ny. Thesa. Ny. Thesa tahu bahwa kakek Maria begitu sayang & membanggakan Maria. Oleh sebab itu, Ny. Thesa akan membuat Maria seperti yang dibanggakan kakeknya. Ny. Thesa mengatakan bhw akan menemani Maria di Inggris hingga Maria melahirkan bersama dengan keluarga Maria.
Tiga bulan kemudian, setelah satu bulan melahirkan, Maria kembali bekerja. Ia telah sah menjadi pewaris perusahaan Diamond Corp. Akhirnya Maria kembali ke Seoul. Untuk menyambut kedatangannya, perusahaan membuat suatu pesta. Betapa terkejutnya Maria melihat kehadiran Junsu beserta teman-temannya. Ternyata mereka merupakan duta dari produk perusahaan Maria.
Daejoon, yang memang paling kecil di antara mereka, langsung menyapa Maria dan mengatakan bahwa Maria semakin cantik. Pada saat berbincang-bincang,Bella menghampiri Maria.Taekyung yang tampaknya menyukai Bella kemudian menggoda Bella & mengatakan bahwa maksud percakapan malam itu adalah ini. Maria memperkenalkan Bella sebagai tangan kanannya a.k.a sekretarisnya, jika ingin sesuatu dapat berbicara dengan Bella.
Bella memberitahu bahwa Nick rewel dan muntah-muntah, babyzitter sudah membawa Nick ke RS. Maria tampaknya khawatir dan segera pergi meninggalkan ruangan. Maria segera bergegas ke kamar VVIP khusus anak-anak. Dari luar pintu, Maria sudah mendengar suara tangis anaknya. Ia segera masuk ruangan. Ia meminta semua orang keluar, membiarkan dirinya yang meredakan tangis putra kesayangannya itu. Maria berusaha menenangkan Nick yang terus menangis karena mungkin saja kesakitan tangannya diinfus.
Tak disangka Maria, terdengar suara Junsu yang menanyakan apakah itu anaknya. Maria benar-benar kaget. Ia mengusir Junsu. Junsu tidak perduli. Ia menghampiri Nick yang masih rewel. Junsu berusaha menenangkan, anehnya Nick menunjukkan reaksi yang bagus.Nick langsung dia dan tampaknya nyaman dengan Junsu. Junsu menatap Maria dengan yakin, kali ini bukan pertanyaan, tapi pernyataan bahwa Nick itu anaknya.
Maria dan Junsu bicara berdua. Junsu mengataka bahwa dirinya selama ini mencari Maria, tapi dirinya tidak tahu apa-apa tentang Maria. Junsu menemui Ny. Thesa satu bulan setelah Maria menghilang,tapi Ny. Thesa mengatakan bhw dirinya juga tak tahu keberadaan Maria. Maria membenarkan, Ny. Thesa baru menemuinya di Inggris 4 bulan kemudian. Ia memilih untuk menenangkan diri di Inggris. Junsu menanyakan mengapa Maria tidak memberi tahu mengenai Nick. Maria menyatakan bhw dirinya tdk mengharapkan belaskasihan. Junsu tampak emosi,ia mengatakan bhw bagaimanapun jg Nick adlh anaknya. Maria kemudian megatakan bhw ia mendengar bhw Junsu sedang menjalin hubungan dengan para aktris dan model. Meskipun jauh, Maria tetap mengikuti berita Junsu. Maria tidak mau Junsu terikat dengannya hanya karena Nick.
Junsu menolak. Ia ingin ambil bagian atas Nick juga. Junsu menyatakan bhw dirinya rela melawan Maria di pengadilan jika perlu. Namun hal itu ditolak oleh Ny. Thesa, yang ternyata sudah ada di sana. Ny. Thesa menyarankan Maria menikah dengan Junsu, karena ternyata Ny. Thesa memasukkan nama Junsu di dalam akta lahir Nick.
Tibalah hari pernikahan. Begitu banyak orang yang menghadiri & diliput oleh wartawa. Seorang artis pujaan menikah dengan pewaris Diamond Corp. Hal ini benar-benar luar biasa, apalagi Ny. Thesa terang-terangan memperkenakan Nick yang notabene adlh anak Maria-Junsu.Hal ini benar-benar menggemparkan. Ny. Thesa membuat skenario bahwa sebenarnya mereka telah menikah sewaktu di Bali. Namun berpisah karena ada mslh,tapi bertemu kembali di Seoul dan sepakat untuk kembali.
Di malam pertama mereka, Junsu malah asyik menemani Nick. Malam itu mereka tidur bertiga. Sejak hari itu, Nick menjadi prioritas mereka. Di setiap waktu libur, mereka berlibur bersama. Maria dan Junsu sendiri tampak akrab. Mereka berusaha meminimalkan memberi Nick pada pembantu atau pengasuh. Apalagi sewaktu Nick sudah memasuki masa-masa sekolah. Maria dan Junsu benar-benar senang dan semangat mempersiapkan segalanya & selalu meluangkan waktu untuk acara apapun di sekolah.
Nick sudah berumur enam tahun. Suatu hari ia sakit. Betapa terkejutnya Maria dan Junsu mengetahui bahwa Nick terkena leukimia. Maria meminta Tuan Jay untuk menggantikan sementara. Maria memutuskan untuk fokus terhadap Nick. Semetara itu Junsu juga berniat melakukan hal tersebut, tapi dilarang Maria.Maria mengatakan bahwa Junsu tidak boleh egois, harus memperhatikan teman dan para stafnya. Hubungan Maria dan Junsu lambat laun membaik. Mereka tidak sibuk sendiri,tapi bersama-sama.
Pada hari pertama tahap pengobatan, Maria sangat menderita melihat kesakitan Nick. Junsu yang disisi Maria berusaha menenangkan Maria. Maria menangis di pelukan Junsu. Maria merasa bahwa kesakitan Nick merupakan buah dosa dirinya, ia telah melanggar janjinya kepada kedua orang tuanya untuk menjaga kekudusannya. Maria benar-benar down.
Untung saja setelah jadwalnya dipenuhi, pihak management Junsu mengerti keadaan Junsu. Mereka memberi Junsu waku rehat. Junsu tidak hanya mengurusi Nick dan mencari donor. Junsu juga harus menemani Maria yang makin hari makin down. Teman-teman Junsu juga sering datang, begitu juga dengan Ga In, Chae Rim, dan Bella yang menemani Junsu dan Maria.
Suatu hari, ketika mereka sedang berkumpul, Nick tiba-tiba mengatakan bahwa ia menginginkan seorang adik untuk diajak bermain. Junsu dan Maria terdiam. Sementara itu, Danny ikutan menanyakan kapan Junsu dan Maria ingin menambah anak. Nick menambahkan bahwa dirinya kesepian, dia iri dengan temannya yang memiliki adik yang dapat diajak bermain. Ga In menanyakan apakah Maria sengaja menunda kehamilan, akan tetapi tak dijawab Maria.
Nick ternyata benar terus menerus merengek meminta adik. Suatu hari, Nick menolak pengobatan. Ia meminta Junsu & Maria memberinya adik. Akhirnya Junsu mengiyakan permintaan Nick. Tapi Junsu mengatakan bahwa jika ingin endapatkan adik harus masih menunggu adik tumbuh dalam perut mama selama sembilan bulan.Jadi, Junsu meminta Nick harus patuh pada dokter supaya bisa bertemu dengan adik.
Kembali ke rumah, Junsu mengajak Maria bicara. Ia mempertanyakan jawaban Maria, apakah bersedia mempunyai anak lagi atau tidak. Junsu mengatakan bahwa hal ini dilakukannya bukan karena permintaan Nick. Junsu menyatakan bahwa ia mencintai Maria dan yakin bahwa Maria adalah ibu dari anak-anaknya. Maria kaget, ia menitikkan air mata. Junsu kemudian menciumnya.
Keesokan paginya, Junsu menatap Maria dengan senyum dan mencium Maria. Junsu mengatakan bahwa dirinya mencintai Maria, dan Maria pun menyatakan hal yang sama.
Tak lama, Maria tahu bahwa dirinya telah positif hamil. Hal ini membuat Nick tampak sangat senang dan semangat. Begitu juga dengan Junsu. Kehamilan kali ini seperti pembayaran hutang utk Nick. Sewaktu Maria hamil Nick dulu, dirinya tidak di samping Maria. Kali ini Junsu rajin menemani Maria ke dokter ataupun parent class.
Kehamilan Maria sudah memasuki bulan ketujuh, akhirnya mereka mendapatkan donor yang cocok untuk Nick. Nick berhasil dalam operasi. Tapi harus dalam pengawasan dokter, untuk mencegah kemungkinan tersebarnya kanker ke tempat lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar