Rabu, 15 April 2009

Fiction Story - Get the sparkling star version 2

Nah, aku dapat ide baru nih ttg jln cerita spt ini..Hhhhmmmm aku tak tahu mana yg lbh bagus atau malah dua2nya jelek ya ????

Joyce menatap kamarnya kini. Ia akan ada di tempat ini utk beberapa tahun ke depan. Joyce memilih utk kuliah di Taiwan meninggalkan semua yg dimilikinya di Indonesia. Di tempat ini tak ada yg mengenali dirinya, lagipula penampilannya sungguh berbeda.
Hari pertama Joyce masuk kuliah, tampaknya ia telah mengecewakan anak laki2 yg berharap melihat wajah cantik. Tp hal trsbt tak mengusiknya, apalagi ia melihat wajah2 cewek yg puas krn merasa tak tersaingi. Joyce merasa sangat puas dgn hari pertamanya.
Beberapa hari kemudian, pd saat ia memasuki kls ia melihat ada kerumunan org, sungguh heboh sekali, bahkan ank2 dr kelas lain jg ikut mengerubuti. Joyce cuek saja, ia segera duduk di bangkunya & membuka novel yg slama beberapa hari terakhir dibacanya. Tak terduga ada suara laki-laki yg mengomentari bacaannya, Joyce menoleh ternyata ia adalah seorg pria tampan, mungkin saja dia artis atau model sehingga para wanita mengaguminya. Laki2 itu malah menghampirinya & memperkenalkan diri sbg Matthew, ia menyodorkan tangannya utk bersalaman, tp Joyce tak menghiraukan, ia tetap membaca buku. Laki2 itu tersenyum, baru pertama kali ada cewek yg menolaknya. Matthew kemudian mulai merasa heran mengapa Joyce dpt masuk akademi trsbt pdhal bkn dr tngkat 1, Matthew mencurigai Joyce bkn cewek biasa. Sebenarnya Joyce lumayan gentar, takut semuanya terbongkar, tp ia berpura-pura tak ada mslh, malah Joyce menjawab dingin Matthew bhw hal trsbt bkn urusannya.
Slama beberapa hari setelahnya, Joyce selalu berusaha menghindar. Terkadang Matthew suka memancing, tp Joyce terus bisa berkelit. Sbenarny Joyce merasa tdk enak, pandangan cewek2 di akademinya mulai aneh, mungkin krn Matthew yg suka bertanya ttg diri Joyce. Hingga suatu hari Matthew tak masuk lagi, ia izin krn ada syuting, maklum saja Matthew adlh aktor terkenal di Taiwan. Pd saat itu ada beberapa cewek yg menyeret Joyce, mengancam Joyce utk tdk sok jual mahal utk menarik perhatian Matthew. Joyce bersumpah bhw ia benar2 tak menyukai Matthew.
Meski begitu cewek2 ini masih saja menyakiti Joyce. Mereka merusakkan buku desaign milik Joyce, bahkan sebelumnya malah cewek2 dr kelas desaign memakai gambar miliknya. Tugas2 milik Joyce yg dikumpulkan dirusak mereka sehingga Joyce menghadap lgsng pengajarnya & berjanji memberikan lgsg.
Joyce sangat kesal dgn perbuatan cewek2 centil ini. Joyce mengerjakan tgsnya di kampus hingga hampir gelap. Joyce melewati studio tari. Ia memasuki ruangan itu. Joyce memutuskan ingin menari utk melepaskan stress, kebetulan ada beberapa disc yg bagus.
Sementara itu, Matthew yg di tengah sela syuting pergi ke akademi utk mengantarkan tgsnya. Saat ia ingin kembali, ia mendengar suara musik dr studio tari. Ia mendatangi studio tari & terkagum melihat cewek yg sedang menari itu. Dgn keringat yg menetes bercucuran, cewek itu benar2 kelihatan seksi. Matthew ingin menghampiri setelah cewek itu selesai, tp ia segera mengurungkan niatnya saat melihat cewek itu memakai kacamata, mengepang rambutnya, dan memakai baju kebesaran. Betapa kagetnya ia melihat siapa sebenarnya yg ia lihat.
Keesokannya Joyce tetap masuk dan lagi2 ia masih dikerjain oleh cewek2 centil itu. Tp kali ini sudah berbeda, Joyce melakukan perlawanan. Bahkan ia berhasil membuat para cewek centil ini malu. Akhirnya antara Joyce & cewek2 centil ini saling balas2an, dan hal ini menjadi hiburan tersendiri bagi anak2 akademi.
Suatu hari mereka ada outbound. Cewek2 centil ini selalu saja mengerjai Joyce, tp Joyce selalu saja berhasil membalasnya. Joyce memanfaatkan keadaan alam yg pastinya amat menyiksa cewek2 centil itu sehingga Joyce menang telak. Di hari terakhir, cewek2 centil itu membalas dgn membuang tas Joyce beserta isinya ke sungai. Joyce sangat marah, ia meminta izin kpd pembimbing utk memisahkan diri dr rombongan & akan kembali sendiri.
Matthew masuk kuliah lg. Ia menunggu kedatangan Joyce, namun ia tak mendapati kehadiran org itu. Dr beberapa temannya, ia mengetahui bhw Joyce mengalami beberapa kesusahan slama ini. Ia merasa kasihan saat mendengarnya namun ia tak dpt menahan senyumnya saat mendengar tindakan2 pembalasan Joyce. Ternyata Joyce tdk masuk, bahkan samapai beberapa hari. Matthew meminta alamat Joyce, namun sayangnya di apartement itu tdk ada siapa2.
Sementara itu, Joyce kembali ke Indonesia. Kakeknya sakit, ia diharapkan utk tetap di Jakarta saja, meninggalkan kuliahnya, dan meneruskan perusahaan milik kakeknya. Joyce tdk menjwbnya, namun ia berjanji akan menemani kakeknya hingga kakeknya sembuh. Ia menghubungi akademinya dan meminta keluar. Matthew mengetahui bhw Joyce telah keluar, tp Matthew tak tahu bgmana mencarinya. Joyce merawat kakeknya & Matthew sibuk dgn syutingnya. Joyce pun kembali kpd kehidupan lamanya, sejak ia kembali ke Indonesia, banyak produser yg ingin menggaet Joyce.
Beberapa thn kemudian, Matthew telah lulus dr akademi & skrg ini Matthew sibuk mempromosikan serial dramanya. Akhirnya tibalah giliran Indonesia yg didatangi Matthew & pemain lainnya. Saat keluar dr bandara, tak sengaja Matthew melihat billboard ucapan selamat datang dgn sepasang model. Saat melihat model ceweknya, ia merasa tak asing.
Joyce benar2 mempersiapkan diri sebaik mungkin. Ia mengenang kembali betapa terkejutnya dirinya mengetahui siapa bintang tamu pd acaranya episode ini. Ia akan bertemu Matthew. Joyce ingin menghindar, bahkan dgn pura2 sakit, namun managernya, yg jg adlh kakak kandungnya yg sedang hamil besar, memohon2 krn ia ingin meminta tanda tangan dr org2 ini. Akhirnya Joyce menerimanya dgn menyakinkan diri bhw Matthew tak akan mengenali dirinya, penampilannya skrg jauh berbeda. Kini Joyce benar2 mempersiapkan diri. Joyce mulai membawa acaranya, tamu yg dinanti hanya akan ada 20 menit bersamanya.
Matthew kini telah tiba di salah satu stasiun tv swasta indonesia yg menayangkan serial dramanya, saat ini mereka akan menjadi bintang tamu dlm suatu acara talk show terkenal, dgn host yg katanya pernah belajar di Taiwan, jd mereka tdk perlu translater saat ini. Betapa kagetnya Matthew ternyata host yg dimaksud adlh Joyce, tp anehnya cewek itu malah bernama Amel. Ia memperhatikan gaya Joyce saat membawakan acaranya. Akhirnya saatnya tiba, mereka dipanggil masuk & saling bersalaman. Pengendalian diri Joyce memang patut diacungkan jempol, ia seolah-olah tak mengenal Matthew, sehingga membuat Matthew ragu. Wawancara berlangsung lancar & benar2 tdk kaku, Joyce pintar menciptakan suasana yg bersahabat. 20 menit telah lewat akhirnya mereka pun harus undur diri. Pada saat salaman terakhir inilah, Matthew menyalam Joyce sambil mengatakan "Nice to meet you again, Joyce.". Tentu saja hal ini menyentakkan Joyce & membuat Matthew yakin bhw Amel ini adlh Joyce.
Matthew meninggalkan ruang studio & melanjutkan jadwal2nya yg lain. Ia merasa senang ternyata di tengah kesibukannya ini, ia telah menemukan hal yg menarik. Sejak dr sstudio itu, Matthew terus senyum2 sendiri sehingga hampir semua kru menanyakan apa yg terjadi, tp Matthew malah membalas tersenyum kembali. Hingga salah satu lawan mainnya, Angel, mengatakan bhw ia telah bertukar nomor telepon & alamat e-mail dgn Amel krn ia menyukai Amel. Angel mengatakna bhw dlm wkt dkt ia akan berlibur di Bali & ingin meminta Amel menjd translaternya. Pembicaraan ttg Amel jg disambung oleh Jake yg merasa Amel merupakan cewek yg seksi, montok & cantik. Utk beberapa saat mereka membicarakan Amel.
Sementara itu, Joyce yg masih sedikit shock karena dirinya ketahuan. Segera memutuskan utk keluar dr akademi itu & tak akan kembali ke Taiwan. Jika ia ingin melanjutkan kuliah, ia akan melanjutkannya di tempat lain. Setelah membawakan acara, Joyce segera bergegas ke lokasi syuting. Ia menyuruh kakaknya pulang duluan saat kakaknya minta izin pulang krn dipanggil kakeknya.
Matthew beserta teman2nya diundang makan malam di rumah seorg pengusaha, menurut managernya pengusaha ini membayar mahal utk kehadiran mereka krn cucu pertamanya yg sedang hamil mengagumi mereka. Mereka terkagum saat memasuki rumah itu, apalagi di depan mereka disambut dgn foto keluarga ukuran besar, mereka mengenali salah satu dr yg ada di foto itu adlh Amel (aka Joyce). Mereka segera disambut di suatu ruangan, menuju ruangan tersebut ada satu photo pribadi Amel yg dibawahnya terdpt papan nama "Amelinda Joyce Putri Wijaya". Matthew pun tahu bhw Joyce merupakan nama kecil Amel jg. Tak berapa lama Jean, kakaknya Joyce, pulang. Betapa senangnya ia mendptkan kejutan dr kakeknya. Mereka pun diajak makan malam brsama. Satu stengah jam kemudian tampaklah Joyce yg baru memasuki ruangan, ia juga kaget melihat kedatangan Matthew dkk. Wajah gadis itu tampak sangat suntuk. Ia menghampiri kakeknya, dan kakaknya. Ia tak lama krn pamit ingin istirahat krn rencananya bsk pagi ia harus terbang ke daerah utk konser. Belum lg beranjak, Matthew membuka suara & mengatakan bhw dirinya satu kelas dgn Joyce di akademi dulu serta menyatakan senang bertemu teman. Joyce segera menarik Matthew utk bicara. Joyce meminta Matthew tak usah lg mengganggunya, ia jg mengatakan tak akan pernah kembali ke Taiwan & meminta Matthew melupakan semuanya.
Matthew tak abis akal, ia mendkti Jean. Dr wanita itu, Matthew baru tahu bhw Joyce ingin merasakan hidup tanpa sorotan org. Di Indonesia, krn dirinya adlh cucu pengusaha terkenal, ditambah dia jg seorg artis, ia slalu dibawah sorotan kamera. Ia merasa jenuh & ingin pergi ke tmpt dia tak dikenal. Tp krn kakeknya sakit, Joyce memilih utk melanjutkannya di Jakarta, bahkan Angel memilih kuliah di bidang bisnis manajemen.
Matthew mulai mencari informasi mengenai Joyce, mulai menonton MV, mendengar lagu, & menonton beberapa serial drama Joyce, sejak ia berusia 9 thn hingga skrg. Di hari terakhir, Matthew tak akan bisa bertemu dgn Joyce krn gadis itu tlah pergi. Ia menitip pesan pd managernya mengenai tawaran dirinya. Betapa senangnya Matthew mengetahui bhw tawarannya diterima oleh management Joyce. Lain halnya dgn Joyce yg merasa terkhianati dgn perbuatan kakaknya yg menandatangani kontrak kerja sama dg Matthew. Matthew mengajak Joyce berduet dgn dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar