Jumat, 17 April 2009

Fiction Story - Get the sparkling star version 2 Part 2

Mari lanjut kembali membuat cerita ini. Setelah melalui perjalanan panjang melewati lembah, mendaki gunung, menjajaki padang pasir yg gersang, melewati padang rumput..alah, panjang banget deh basa basinya...Pokoknya setelah menunaikan segala tugas dan kewajiban, aku kembali utk meneruskan cerita ini

Joyce pergi ke Taiwan, kali ini ia bersama Jean. Sebelum rekaman, ia & Matthew latihan terlebih dahulu. Setelah yakin bagus, Joyce baru mau masuk rekaman, di saat inilah Matthew mengetahui betapa perfectsionistnya Joyce. Rekaman sudah selesai, tinggal menunggu reaksi pendengar. Pada saat ini, dimanfaatkan Joyce utk istirahat di apartment sementaranya. Jean meminta diajak jalan2 keliling Taiwan, trnyata hanya akal2an saja brsma Matthew. Dgn terpaksa, Joyce ikut juga. Jadilah mereka bertiga berlibur bersama. Pada saat mereka hanya berdua, Matthew bertanya mengapa Joyce menyamar, tp tak dijwb, malah Joyce mrasa terganggu dgn pertanyaan itu.
Stelah diputar di bebrapa stasiun radio, lagu mreka mendpt tanggapan baik. Matthew mengajak Joyce utk membuat video klip lagu pertama. Joyce ingin lagu yg nge-beat, tp berbeda lg dgn Matthew. Ia ingin lagu yg slow, tp Joyce harus menari balet. Awalnya Joyce tak mau, tp stelah dibujuk Jean mau jg.
Tibalah hari syuting MV trsbt, ceritanya lmyn tragis. Sepasang kekasih, sang wanita balerina sedang sang pria adlh seorg pelukis, saling mencintai. Namun trnyta sang wanita sakit, ia pingsan saat di panggung. Di tengah2 sakitnya di RS, ia minta dilukis oleh kekasihnya. Kekasihnya melukisnya, hingga slesai. Namun saat ingin memberi lukisan itu, sang pria kecelakaan, pada saat yg sama sang wanita krisis. Akhirnya meninggal sama2 tp masing2 mrasa brsalah krn tlah meninggalkan pasangannya tanpa pamit.
MV ini juga telah ditayangkan. Album mereka smakin laris manis & mendpt byk tanggapan. Mereka berdua pun sring pergi bersama kemana2 utk promosi album trsbt & tampil menyanyikan single mereka itu. Akhirnya mreka tiba di suatu acara talkshow. Mereka berdua diwawancara bersama. Tanpa diduga Joyce dlm acara trsbt jg menampilkan foto2nya sejak kecil & yg lbh mengagetkan lg trnyta ada foto wkt dia kuliah di Taiwan. Matthew mengambil kesempatan utk mengatakan bhw ia adlh tmn satu kampus sebelumnya, ia pernah melihat Maria yg sedang dance. Ia menyukai hal trsbt, tp tak lama Joyce harus kembali krn kakeknya sakit. Tak disangka wkt promo drama di Indonesia malah bertemu Joyce & ternyata Joyce adlh seorg artis terkenal. Oleh sbab itu, Matthew mengajak kerja sama utk membuat album duet. Joyce yg mendengar hal trsb pun kaget. Dlm acara trsbt Joyce disuruh utk dance yg disukai oleh Matthew. Jujur saja Joyce mengakui bhw dirinya tak tahu tarian yg mana yg dimaksud oleh Matthew krn ia merasa dirinya tak pernah menari di depan siapapun selama dirinya di Taiwan.
Di akhir acara, pembawa acara trsbt jg menanyakan mengenai foto2 yg diambil paparazzi sewkt mereka berlibur bersama. Joyce ingin mengatakan keadaan yg sebenarnya, namun yg mengagetkan Matthew malah mengaku bahwa mereka berdua sebenarnya pacaran. Matthew melanjutkan bhw mereka berdua telah pacaran sejak kuliah. Matthew berkelit bhw sewkt Joyce kembali ke Jkrta, dia sbnrnya ingin menyusul tp terikat oleh byk kontrak kerja, makanya ia meminta produser utk mengatur singgah di Jkrt. Matthew jg mengingtakan kembali ttg wawancara sebelumnya yg ia mengatakan mengenai ciri2 wanita yg disukainya, Joyce memenuhi smua kriteria trsbt. Joyce ingin buka mulut, ia sangat geram, tp ia berusaha menjaga emosinya, jika ia mengamuk skrg, maka semuanya hancur kacau, acara itu adlh acara on air. Joyce tak mengiyakan satu pun, ia hanya diam & tersenyum. Pernyataan ini tentu saja membuat suasana semakin gempar, seorg pangeran pujaan anak gadis taiwan, menyatakan hubungannya secara terang2an.
Selesai acara, Joyce masih menahan emosinya. Ia meminta Matthew utk ke apartementnya. Di studio itu mereka berpisah. Sepanjang jln Joyce hanya diam saja, Jean tahu bhw Joyce kali ini benar2 marah. Matthew akhirnya dtg ke apartement Joyce setelah selesai syuting, Joyce telah berkali-kali menelepon mengingatkan utk menemui di apartement. Matthew dtg dgn wajah sok innocent dan ia meminta minum dsbnya pd Joyce. Joyce memberikan wkt pd Matthew utk istirahat krn ia mengerti betapa capeknya Matthew skrg, tp ia tak akan bisa tidur kalau mslh ini tak dibahas malam ini jg.
Setelah beberapa lama, Joyce lgsg berdiri di hadapan Matthew, ia menanyakan apa maksud perkataan Matthew, ia mengerti jika utk keperluan promosi, tp menurutnya tanpa berita spt itu album mereka tetap akan laku. Joyce kemudian menuduh Matthew ingin menjatuhkannya. Joyce menuduh Matthew ingin membuat org berpikir bhw ia menggunakan Matthew sbg batu loncatan utk memulai karier di Taiwan, ia akan dicap artis murahan. Joyce makin menjadi-jadi. Matthew berusaha menenangkan Joyce yg sudah makin melantur saja. Joyce tetap saja menuduh Matthew ingin menghancurkannya. Joyce malah makin saja berceloteh bhw semua yg dirinya dpt hingga skrg ini krn hasil kerja kerasnya, bkn krn latar belakang kluarga, apalagi krn cowok. Jean pun keluar, ia berusaha menenangkan adiknya dibantu oleh Matthew. Matthew pun berhasil memeluk Joyce yg sudah kacau. Joyce menangis saja.
Joyce sudah tidur di kamar sesudah Jean memberi obat penenang pada Joyce. Di ruang tamu Jean menghampiri Matthew & bercerita mengenai alasan Joyce sebenarnya pergi ke Taiwan. Di Indonesia meskipun ia terkenal sejak kecil, namun tetap saja selalu membawa embel-embel nama keluarga. Ternyata hal trsbt disimpan rapat oleh Joyce. Yg parahnya ia pernah memiliki teman pria, Joyce hanya menganggap biasa saja, namun pria ini malah mengaku ada hubungan dgn Joyce, berhubung krn pria ini aktor pujaan gadis di Indonesia dan jg sekaligus produser terkenal, Joyce dianggap memanfaatkan pria ini spy dirinya menjadi pemain film. Hal trsbt makin membuat Joyce tertekan dan akhirnya lepas kendali. Oleh sebab itu, ia memutuskan utk belajar di tmpt tak ada yg mengenal latar belakangnya, ia ingin dihargai krn kemampuannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar