Rabu, 08 April 2009

BACINTO

Pada saat pendaftaran, aku pertama kali berkenalan dgn Joe dan Jessica (Bojess), kami saling bertukar nomor handphone. Mereka berdua lgsng masuk asrama, sedang aku pulang kembali ke Jakarta. Esoknya saat pendaftaran hari kedua, aku berkenalan dgn Novi Tandria. Ia bercerita bhw di kamar 345, kamarku, ada teman yg jg baru kenalan. Setelah selesai mengurus semuanya, aku kembali ke kamar. Aku berkenalan dgn teman2 sekamarku : Megasari, Sonya Tobing, dan Jaim. Kami mempersiapkan utk masa orientasi sampai bergadang. Pada masa orientasi ini, aku jg berkenalan dgn Magda, satu kelompok slama masa orientasi, yg trnyata berada di lorong yg sama dgn ku, di kamar 352. Selain itu, karena Novi sudah berkenalan dgn Mega, Novi sering main ke kamar.
Setelah masa orientasi, Jaim pindah dari kamar kami. Tak lama di kamar itu hanya kami bertiga, tak lama kemudian datanglah teman baru dari Toraja, Sri. Akhirnya kamar 345 telah lengkap penghuninya. Aku, Batak, dari Medan ; Sonya, Batak, dari Sibolga, tp org tuanya di Riau ; Mega, Tionghoa, dari Jakarta ; Sri, Toraja, dari Toraja pastinya.
Hari berganti hari, Puji Tuhan temanku bertambah : Magda, Novi (kamar 352) dan Nina (dari lorong sebelah). Selain itu sebenarnya masih banyak yg lain yg suka kumpul atau numpang nginap di kamar kami, kami semua suka berkumpul di kamarku sehingga kamarku jarang sepi, apalagi jika ada Novi di kamar.
Gambar (ki-ka) :
Aku, Nina, Sonya, Mega, Sri, Magda

Aku sekelas dgn Sonya, sering brg Sonya kalau kuliah, ujian, belajar, dan kerjakan tugas. Kami semua saling membantu satu sama lain. Saling menopang dan menemani kala ada yg merindukan rumah. Maklum saja, kami ini anak asrama. Tak ada hiburan, jauh dari keramaian.
Suka duka kami lalui bersama. Apalagi saat aku yg mulai sering sakit-sakitan. Aku sering kambuh dan mereka tak jemu mengingatkan aku serta merawat aku. Banyak pengorbanan yg mereka lakukan utk aku. Bukan hanya aku saja, sebenarnya kami sering bergantian sakit, yah tp palingan sakit biasa, demam atau pusing. Lucu sekali memang, tapi ini benar-benar kenangan yg indah.
Ingat sekali pengorbanan mereka yg menjaga aku di RS, yg suka bolak balik antar ke RS. Aku jg ingat wkt Novi jatuh dari pohon 2 hari setelah ultah yg ke-17. Salute dgn cewek satu ini, ia tak mengeluh banyak, bahkan ia malah cenderung menertawakan dirinya.
Di bulan-bulan terakhir, kami mulai berpikir utk menamai kelompok kami. Kemudian kami memutuskan nama
BACINTO, kedengaran agak menjurus spt kelompok para pecinta, tp ini merupakan singkatan saja dari BAtak CINa TOraja. Kami sering pergi bersama, meskipun kami dari kelas yg berbeda-beda. Makan bersama, cari makan ke Bara (Babakan Raya) sama, pergi ke agrimart di samping asrama barengan, ngerayain ulang tahun bersama, main di lapangan asrama tengah malam bersama, curhat bersama, jalan-jalan di bogor bersama.
Pastinya yg tak terlupakan jg adalah pengalaman pergi ke jakarta brg utk menjenguk Mega yg sedang dirawat di RS karena demam berdarah.Yg tdnya mau pulang hari, akhirnya menginap di rumah Nina & besoknya sblm plg jenguk Mega lg. Pengalaman di RS adalah pertama kalinya kami pergi bersama selain ke bara dong, lengkap, sejak mengikrarkan nama sbg BACINTO. Sebelumnya kalau pergi, ada saja yg kurang. Akhirnya di RS, kami malah foto-foto bersama. Waduh, parah bgt gak ya???? Gak dong, Mega jg senang, kita kan datang spy Mega gak lemas2 lagi, biar cepat sembuh.
Tak terasa, sekarang kami sudah tingkat 3, bahkan tanpa kami sadari, waktu cepat berlalu dan kami akan tiba di tingkat 4, tingkat akhir. Memang sejak keluar dari asrama, kami sudah jarang komunikasi. Sibuk dgn pacaran
atau kuliah atau kegiatan komisi atau kegiatan di departemen. Oh ya, aku kenalin lagi yah : aku dan sri sekarang di Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Menejemen IPB ; sonya, mega, dan magda sekarang di Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB ; Novi sekarang di Kedokteran Hewan IPB ; Nina sekarang di Departemen Ilmu Tekhnologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian IPB.
Sebelum kami keluar dari asrama, kami berfoto bersama. Saat kami keluar asrama, kami memulai tahap baru dlm hidup kami, namun persahabatan itu tak akan pernah terhenti. Kami adalah para wanita yg memiliki banyak impian. Dan di sinilah kami memulai perjuangan kami.
Aku harap ikatan yg telah kami bangun, tak akan putus dan berlalu begitu saja.Jika nanti kami sudah berkeluarga dan maapan, aku harap suatu hari kami semua dapat duduk bersama dalam satu meja kembali. Kami bercanda dan tertawa bersama, atau menceritakan ttg tingkah laku anak kami atau suami kami tersayang. Semua kenangan ini malah akan membuat kita tertawa dan tersenyum jika mengingatnya.
Aku senang memiliki teman spt mereka, karena jujur sosialisasi bertemanku kurang baik. Hal ini dikarenakan wkt kecil aku jarang main berinteraksi dgn ank seumuranku, aku lebih sering di dlm rumah belajar atau main brsma pembantu atau brsama adik laki-lakiku.

Jejak Kaki Para Wanita Petangguh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar