Selasa, 15 November 2011

Fiction Story - Afrodit "Amor Goddness"

Tokoh utama dari kisah ini adalah seorang gadis bernama Angela. Angela adalah putri tunggal, pewaris dari seluruh perusahaan keluarganya. Angela memiliki paras yang cantik, bertubuh tinggi langsing. Bukan hanya kaya dan cantik, Angela juga memiliki intelegensi tinggi. Ia tidak hanya memiliki kemampuan di bidang seni namun juga cukup memiliki kemampuan di bidang olahraga. Sebagai seorang perempuan, kemampuan bela dirinya di atas rata-rata. Angela memang tampil sebagai sosok sempurna. Ia memiliki keluarga yang lengkap dan begitu menyayanginya. Kehidupan Angela adalah impian semua orang. Angela memang seperti seorang bidadari yang turun dari khayangan, terlalu sempurna sebagai seorang wanita. Namun yang tidak diketahui oleh orang lain, sebenarnya Angela ini begitu suka memanipulasi orang lain. Ia merasa kesepian dengan dirinya sendiri. Ia muak dengan dirinya, namun ia terus menerus bersandiwara. Angela selalu bersikap berpura-pura sebagai orang yang rendah hati, tetapi sebenarnya di dalam hatinya ia begitu sombong. Ia suka menyombongkan betapa hebatnya dirinya dan keluarganya. Menurutnya, pekerjaannya adalah menghabiskan harta keluarganya. Tak ada yang perlu dikhawatirkannya.
Angela termasuk perempuan yang suka memainkan laki-laki. Ia memanfaatkan laki-laki yang ada di sekitarnya. Membuat laki-laki itu saling bertengkar, tapi membuat dirinya tak disalahkan atas kebusukan yang dilakukannya itu. Bahkan laki-laki itu tetap memuja dan melindunginya.
Angela tidak memiliki seorang pun teman perempuan. Meskipun ada beberapa gadis yang ada di sekelilingnya, ia hanya menganggap mereka sebagai lalat pengganggu yang hanya suka mencari keuntungan. Ia tidak pernah menganggap orang yang ada di dekatnya sungguh-sungguh berteman dengannya terutama para gadis. Sebenarnya hal ini dikarenakan pengalaman buruk di masa kecilnya.
Angela kecil harus merasakan dikhianati oleh orang yang dipercaya. Teman perempuan yang sering bermain dengannya, yang sudah dianggapnya seperti saudari kandung ternyata hanya memanfaatkannya, menjelekkan dirinya di belakangnya, dan menusuknya dari belakang. Hal ini benar-benar membuat Angela kecil yang polos itu menjadi seperti sekarang.
Angela memilih lebih nyaman bergaul dengan para lelaki. Angela juga malah sangat senang membuat para gadis-gadis itu iri dengan dirinya. Angela selalu berusaha mendekati pria-pria yang disukai oleh gadis-gadis yang dianggapnya menyebalkan. Tak jarang, Angela juga merebut pacar gadis itu. Bagi Angela, tidak ada pria yang tidak dapat ia taklukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar