Kamis, 28 Mei 2009

Tangisku untuk Indonesia

Aku adalah putri Indonesia. Aku lahir di Indonesia, tumbuh, dan hidup di Indonesia. Aku bersyukur pada Tuhan karena aku lahir di Negeri yang begitu kaya. Begitu luar biasa. Bayangkan saja, Indonesia dianugerahkan dengan iklim tropis yang membuatnya subur dengan curah hujan yang mendukung. Selain itu, begitu banyak kekayaan alam terkandung di dalamnya, ada minyak, bahan tambang berupa logam dsbnya, ada batu karang, berbagai macam fauna, hutan dan masih banyak lagi kekayaan yg dimiliki Indonesia. Selain luas daratannya, perairannya juga. Begitu banyak pulau indah dan berpotensi.
Namun sayangnya bangsa ini begitu bodoh dan lemah. Aku ingin menangis rasanya, sering terbesit penyesalan akan kebodohan bangsa ini. Bayangkan saja, dengan mudahnya kekayaan alam kita dikuras habis oleh pihak asing, malah pihak asing menjadi kaya raya, sedangkan rakyat kita miskin melarat. Bahkan akibat eksploitasi yang dilakukan pihak asing tersebut, kita sekarang yang merasakan efek samping atau dampaknya yang buruk.
Lihatlah betapa kayanya pihak asing itu dan segelintir pejabat yang memakan uang rakyat serta memakan uang sogokan dari pihak asing itu. Benar-benar bodoh dan terkutuklah mereka ini.
Namun aku lebih menangis lagi melihat bangsa ini yang bodoh, mau saja diperdaya oleh pihak asing dan para pejabat busuk itu. Lihatlah para pejabat dan orang-orang yang haus kekuasaan itu, mereka hanya perlu berpura-pura baik dan murah hati, dengan membagi-bagikan uang ataupun barang. Dengan begitu, dapat menarik simpatik rakyat. Dasar rakyat bodoh!!!!
Memang patut dimaklumi mengapa rakyat Indonesia seperti ini. Wong di Indonesia banyak sekali anak yang gizi buruk dan anak putus sekolah. Bangsa Indonesia ini malah bangga dan nyaman dengan kemiskinan mereka ini. Mereka menganggap dengan menampilkan kehidupan miskin dan menderita, mereka mendpatkan uang walaupun tak bekerja keras, hanya mengaharapkan orang. Inilah wajah-wajah pengemis. Memalukan!!!!!!
Malah hal seperti ini dijadikan usaha. Kurang ajar!!!! Mereka ini merekrut anak-anak, perempuan, kakek-nenek tua, serta orang cacat sebagai pekerja mereka. Meminta-minta di jalanan, mengharapkan belas kasihan orang. Hanya dengan menampilkan wajah memelas atau hanya duduk diam menunjukkan kecacatannya, mereka mendapatkan uang.
Bahkan dari hasil wawancara dgn seorang anak jalanan yang mengatakan bahwa sebelumnya ia menjual koran hanya mendapatkan Rp 10.000,- dalam sehari, sedangkan jika ia mengemis di jalanan ia bisa mendapat Rp 50.000,- dalam sehari. Benar-benar tanpa kerja keras.
Mengenai orang cacat, aku memang masih sering memberi. Aku tak banyak komentar. Karena orang cacat sendiri banyak yang berhasil. Tipe orang cacat ini tak mau dianggap lemah. Oleh sebab itu, mereka tetap berusaha. Dapat disaksikan di TV beberapa cerita ttg orang cacat tapi tetap berjuang & malah sebahagian besar sukses menjadi wirausaha.

Sekarang ini, aku kesal sekali dengan topik yang diangkat akhir-akhir ini. Berbicara soal neoliberalisme. Aku kesal melihat rakyat yang sok pintar padahal semua otak udang, dungu benar dah, memberi pendapat soal neoliberalisme. Nah giliran orang pintarnya malah jadi bodoh hanya karena kepentingan partai dan golongan.
Waduh, Neoliberal mah emang identik dgn perdagangan bebas dan privatisasi BUMN. Namun bukan hanya itu saja. Mari jangan asal cuap, sok tahu, baca dulu lebih dalam & buat yg jago, mari buka lagi bukunya. Neoliberal yang bersangkut paut dengan Konsesus Washington mencakup 10 hal. Nah, maksud dari Konsesus ini adlh mengeluarkan negara berkembang dari krisis. Kalau dibahas dan diteliti lebih lanjut, maksud dari neoliberalisme ini adalah untuk membangunketahan suatu negara, malah dlm salah satu hal yg ditetapkan ada mengenai anggaran pemerintah yg harus memihak kepentingan rakyat, yg dpt membuat terjadinya distribusi pendapatan ke masyarakat.
Apa sih maunya para elit politik sana??? Aku kesal dan jijik melihat tipu muslihat mereka. Manis sekali jika musim pemilihan umum seperti ini. Semua sama saja. Lihatlah para wakil rakyat 2004-2009, tinggal 2 bulan lagi masih 121 RUU yg belum beres. Selama 5 tahun apa saja kerjaan mereka???Tidur??Korupsi??Makan minum???Pesta???Belanja???Keluar negeri pakai uang negara yg katanya mau studi banding????Kawin lagi???Selingkuh????
Muak aku lihat mereka....Lihat saja Ruang Sidang sana, kursi-kursi kosong. Sudah begitu mereka masih saja punya muka mau maju lagi jadi wakil rakyat di sana. Bagaimana bisa jd wakil rakyat???Hidupnya enak spt itu, dah lupa deh....
Eh parahnya lagi yg sekarang, malah masuk banyak sekali artis yang tak guna. Kepala udang semua. Masa hak dan kewajiban wakil rakyat saja tak tahu??? Sudah jadi wakil rakyat masih jual tampang pakai atribut keartisannya lagi.... Jijik aku... Kalau mau masuk dunia politik, konsisten donk. Tinggalkan hingar bingar entertainment, jgn aji mumpung... Lihat tuh John F Kennedy dan Arnold S, mereka tuh aktor terkenal di Hollywood sana, nah pas dah putusin jadi masuk dunia politik, benar-benar jaga wibawa. Jgn masuk dunia gossip lagi donk... Pada dasarnya sih sama, rakyatnya yg bodoh. Hanya karena artis terkenal, eh mau saja pilih. Malah tak perhatikan pendidikan dan kemampuan para wakil rakyat. Nah, jika mereka gagal, please jangan teriak-teriak atau marah-marah, sadar donk...Woi!!! Rakyat Indonesia yang bodoh!!! Yang memilih wakil rakyat itu semua yah rakyat Indonesia. Jika hidup makin sengsara, salah sendiri.
Ini semua karena tak adanya Nasionalisme yg tinggi & kesadaran pribadi. Hanya mencari keuntungan pribadi atau golongan semata. Jika ada uang, semua lancar.
Belum lagi pejabat yang suka cari muka. Lihat saja wakil presiden Indonesia sekarang ini. Aku prihatin bagi org-org yg mendukung dia menjadi orang No. 1. Lihat saja sekarang, buktinya bagaimana ia nantinya jika menjadi org No 1. Pastinya pentingkan partainya. Hanya karena merasa harga diri partai, mengajukan diri sbg org No 1. Eh belum lagi berakhir, lgsg kakinya kemana-mana berkampanye, yang menjijikkan mengatasnamakan kunjungan negara pula. Aih, ini mah pemanfaatan fasilitas & kedudukan. Najis banget lihat gayanya.
Terus satu lagi ada mantan presiden, eh mau jadi presiden lagi. Skrg malah dpt calon wakil presiden yang punya harta banyaknya minta ampun, bayangkan saja banyaknya 1, 7 triliun. Bawa jargon sih, katanya memihak wong cilik, tapi aku mah lihatnya kok bertolak belakang. Malah katanya mau deklarasi besar-besaran lagi. Mau menunjukkan ekonomi kerakyatan. Nah kalau ditanya mereka paham tak esensi dari ekonomi kerakyatan itu ? Gayanya saja mau deklarasi, maksudnya kan mau colong start kampanye terselubung, Ceritanya mau baik dulu dgn org-org kecil. Terus malah bawa-bawa soal pemerintah skrg yg menurut mereka menganut paham kebijakan neoliberalisme, privatisasi BUMN dan penjualan asset negara. Waduh, mereka tak punya cermin?? Bukankah penjualan asset negara & privatisasi BUMN paling banyak di zaman si calon ini wkt masih menjabat sbg Presiden?? Bayangkan saja, beliau menjabat tak sampai 5 tahun, tp akibat penjualan dan privatisasi ini, Indonesia rugi. Tapi apa skrg??? Mau mungkir?? Akui dong, baru hebat... Nah calon wakil presidennya juga percuma kaya, namun tak berguna. Jika memang mau membangun bangsa dgn kekayaannya, coba deh spt Chebol di Korsel, org-org kaya di Korsel yg menyerahkan atau menyumbangkan kekayaannya utk membayar hutang negara, dilakukan sukarela. Kalau mau menyelamatkan bangsa, yah sudah bayar utang negara, bujuk juga teman-teman org kaya yg lain. Dijamin dgn begitu hutang Indonesia pasti lunas saat itu juga & pastinya simpati rakyat sungguh besar, bahkan masalah kekejaman & pelanggaran HAM dirinya akan tenggelam oleh hal ini. Bahkan didukung bulat jadi presiden. Nyatanya, hanya bicara saja. Gunakan kekayaan buat dana kampanye, malah buat deklarasi lg segala. Yah, buang-buang uang saja.
Nah presiden skrg jg tak sempurna, punya byk kesalahan. Bahkan taktit yg tak mengenakkan. Pada saat pengumuman kenaikan BBM, ia malah mundur. Tapi saat pengumuman penurunan harga BBM, eh dia yg maju. Belum lagi adanya pembagian BLT sebelum pemilu legislatif. Eh sekarang, bulan Juni mau pembagian gaji ke-13 di bulan Juni. Secara sebentar lagi mau pemilu presiden RI. Tp katanya sih maksud pembagian gaji ini krn alasan pd bln Juni begitu banyak pengeluaran, terutama karena tahun ajaran baru bagi sekolah ataupun perguruan tinggi serta sederajatnya. Yah, tak tahulah bgmn.
Sedih melihat Indonesia yg tak menghargai org pintar. Di Indonesia tak perlu org pintar, yg diperlukan itu org licik serta bermain belakang. Bahkan utk mencari pekerjaan diperlukan adanya link utk memperolehnya. Pernah papaku cerita soal pemenang Olympiade Fisika yg baru lulus dari Jerman, dia minta pulang meskipun tak diizinkan dosennya. Lulus dari Jerman, ia melamar di Indonesia. Namun anehnya, masuk keluar kantor tak ada yg mau menerimanya. Beberapa tahun kemudian, dosennya datang liburan ke Jakarta. Betapa terkejutnya ia melihat muridnya itu malah menjadi tukang parkir. Tanpa pikir panjang, dosen trsbt menyuruh org trsbt kembali ke Jerman. Akhirnya ia kembali & menjadi CEO di perusahaan besar skrg.
Indonesia... Indonesia... Aku menangis karenamu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar