Senin, 18 Mei 2009

Fiction Story - cinta tak tersampaikan

Aku dapat ide ini pada saat aku sedang termenung dlm perjalanan ke Mekarsari bersama keluargaku. Melihat sepasang kekasih yang usianya jauh berbeda membuatku ingin membuat cerita ini, cinta antara pria dan wanita meskipun sang pria lebih tua tapi cinta mereka tetap terlarang.

Nina adlh putri tunggal papa & mama. Namun begitu, ia tak pernah kesepian krn ia memiliki banyak sepupu yg rumanya tak jauh dari rumahnya. Pada usia 7 tahun, Pamannya, Ginanjar, menikah dengan Dewi. Saat itulah pertama kalinya ia kenal dengan Dimas, adik bungsu Dewi, yang berusia 17 tahun. Dimas turut mengawasi Nina saat pesta tersebut. Tak lama, Nina harus ikut papa mamanya pindah ke Singapura karena pekerjaan papanya pindah.
Pada usia kenaikan kelas, saat usianya 10 tahun, ia berlibur ke rumah Ginanjar. Saat itu ia bertemu kembali dengan Dimas yang kini sudah kuliah. Dimas yang mengantarnya ke Taman Ria, Ancol, mall-mall, dan beberapa museum bersama dengan pacar Dimas, Sissy. Nina memang mudah akrab dengan org, ia nyaman jalan bersama Dimas, selain itu Dimas memang benar-benar penampilan pria yang sempurna. Bahkan Nina tak rela pulang kembali ke Singapura.
Pada usia 15 tahun, Nina kembali berlibur. Betapa kagetnya Nina mengetahui bahwa Dimas akan menikah dengan Sissy. Di lubuk hatinya ia kecewa akan hal ini, namun di sisi lain ia juga sudah menyadari bahwa Dimas juga tak mungkin melihat dirinya sebaga anak gadis. Memang benar saja, Dimas masih saja menganggapnya seperti anak kecil. Dimas menemaninya berjalan-jalan dan diajak bermain game.
Namun tak terduga, pernikahan Dimas dibatalkan sepihak oleh Sissy tanpa alasan yang jelas. Sissy tiba-tiba menghilang, padahal hari pernikahan mereka tinggal dua minggu lagi. Nina mengetahui hal ini ingin rasanya segera menemui Dimas, namun itu mustahil. Apalagi setelah Nina mengetahui bahwa sejak hal itu, Dimas jadi suka pulang malam dan mabuk-mabukan.
Pada saat-saat menjelang ujian akhirnya, ia mendapat kabar bahwa Dimas akan menikah dengan Intan, akan tetapi hubungan mereka ini ditentang. Nina sendiri tak tahu apa alasannya, namun setahu dirinya Pamannya, Ginanjar, salah satu dari penentang pernikahan tersebut. Hingga memasuki tahun pertamanya kuliah, Nina mengetahui bahwa Dimas belum juga menikah, menurut kabar yang didengarnya Intan mulai ragu dan mengulur-ulur waktu pernikahan. Akhirnya Dimas memutuskan untuk membatalkan pernikahan. Meskipun Dimas yg membatalkannya, namun sebenarnya ia merasa hancur. Ia kembali pulang malam & mabuk-mabukan. Mendengar hal ini, Nina meminta izin untuk melanjutkan tahun kedua kuliahnya di Jakarta, dgn alasan menemaninya Neneknya, Ibu Kusuma.
Nina kaget melihat langsung keadaan Dimas. Setelah mengamati keadaan, akhirnya Nina mulai speak up. Nina mengunjungi Dimas yang ada di pub & mengajaknya pulang. Namun ditolak Dimas, terlebih lagi Nina hanyalah keponakan jauhnya. Namun Nina masih saja bersikeras. Ia menunggui Dimas, namun saat Nina diganggu para pria nakal, Dimas turun tangan.
Demikianlah Nina terus saja mengganggu Dimas utk keluar dari ketergantungan kehidupan malam dan alkohol. Ia mendorong Dimas utk tetap tegar. Ia mengajak Dimas jalan-jalan ke Ancol, Puncak & Kepulauan Seribu. Akan tetapi lambat laun usaha Nina membuahkan hasil, Dimas menjadi seperti Dimas yang dulu dikenal Nina.
Pada saat Nina dan Dimas, serta anggota keluarga lainnya berlibur di Bali, ternyata Dimas bertemu dengan Sissy. Ternyata Sissy terkena penyakit kanker payudara & kedua payudaranya telah diangkat. Karena itu, ia malu menemui & mengatakannya pada Dimas. Dimas akhirnya memutuskan menikahi Sissy apa adanya.
Sementara itu, Nina yang melihat keadaan Sissy tak tega menghalangi ataupun sekadar menyatakan perasaannya yang telah terpendam lama. Bahkan Nina menjadi salah satu panita penyelenggara pernikahan & resepsi pernikahan Dimas & Sissy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar