Kamis, 20 Januari 2011

arti seorang sahabat bagiku

Teman dan sahabat.. aku sering mempertanyakannya...
Aku ingat bahwa saat aku TK, aku memiliki seorang teman, namun sekarang aku lupa wajah dan namanya...
Kemudian aku pindah ke rumah Tanteku di daerah Kalimalang, Jakarta Timur. Aku ingat kalau saat itu aku punya beberapa teman meski tidak dekat. Yang paling dekat hanyalah Annisa. Anak perempuan yang rumahnya di depan rumahku. Namun aku amat sangat jarang bermain bersama karena aku tak diizinkan bermain di luar gerbang rumah. Aku selalu berada di halaman, bermain sendiri bersama Mbakku. Aku hanya melihat Annisa dan anak-anak lainnya bermain dan berlari-lari. Sebenarnya aku ingin ikut, namun sama halnya dengan Mbakku yang takut, aku pun takut dengan Tanteku. Aku dilarang makan jajanan seperti halnya mereka.
Kemudian aku pindah tinggal bersama kedua orang tuaku. Aku mempunya 2 orang teman. Salah satunya Hibah namanya, yang satu lagi cowok, dan aku lupa namanya. Aku ingat dulu kami bertiga pernah melakukan pertualangan masuk ke kebun-kebun seakan-akan kami ada di hutan. Senang sekali rasanya.
Kemudian aku pindah ke Medan. Di lingkungan yang baru, aku mendapat Nancy sebagai teman pertamaku. Kemudian Prima, yang juga ternyata anak baru. Setelah itu aku juga mulai punya banyak teman lainnya.
Aku juga pertama kali punya teman dan sekaligus menjadi rival. Dia adalah Ganda. Laki-laki ini adalah rival pertamaku di sekolah, perasaan rival ini semakin kuat setelah tahu kalau dia masih saudaraku. Kami berdua sering dibanding-bandingku kalau ada pertemuan keluarga. Kami berdua sering bersaing mendapat tempat yang terbaik. Kami sering berantem dan saling kejar-kejaran di sekolah. Namun tak jarang Ganda membantu aku. Sewaktu aku menstruasi di sekolah, dia yang menutupi bagian belakangku & menyuruh teman-temanku membantu mengurusi. Kalau aku berbicara tentangnya, banyak sekali. Aku sayang dengan Ganda. Dia adalah orang pertama menjadi rival sekaligus seorang teman bagiku.
Sewaktu SD itu juga pertama kalinya aku berantem dengan teman, Prima namanya. Aku ingat bahwa satu hari moodku sangat tidak baik, akhirnya aku menangis di pangkuan mama. Namun keesokannya kami sudah balikan lagi.
Kalau dipikir-pikir, waktu SD aku termasuk orang yang sombong & pemilih utk bergaul. Aku tak bergaul dgn orang-orang buangan di kelas dan sekolah. Aku dikenaloleh para guru bahkan oleh kepala sekolah. Papa mama sering sekali memberi sumbangan dan bantuan.
Pada saat aku berantem dgn Prima, aku dijauhi oleh semua teman perempuan sekelasku, akhirnya satu hari itu aku ditemani oleh para losers di kelasku. Namun keesokan harinya, saat aku sudah baikan dgn temanku, aku meninggalkan mereka lagi.
Saat di SMP, aku salah masuk SMP. Teman-teman waktu SD ternyata masuk SMP Budi Murni 1, sedangkan aku masuk Budi Murni 3. Namun hal ini memberi pengalaman yang luar biasa. Aku bertemu teman-teman baru.
Aku senang sekali bertemu dgn Martin, Angela, Shierly, Taufik, Denny, Erwet, Julia, Stephanie, Widyasani dan lain-lain. Sebenarnya ada juga teman-teman waktu SD meski tidak satu kelas, ada Maulina, Lia, Ruth dan lainnya...
Aku awalnya dekat sekali dengan Martin, Denny, Erwet, dan Maulina. Karena kami duduk berdekatan. Lalu aku mulai dekat Taufik, Shierly, Christine, dan lainnya. Itu karena aku menjadi ketui kelas, sedang Denny sbg ketua kelas.
Masa-masa SMP sangat berbekas bagiku. Karena saat ini aku semakin merasakan senangnya ada banyak teman. Aku sayang dengan teman-temanku dan aku merasa mereka juga menyayangi aku.
Kemudian masa SMA aku memiliki Rano,Fani, Kesuma,Fitri, dan Putty. Mereka adalah teman-temanku. Awalnya waktu kelas 1 hanyalah Rano, Putty, dan Maulina.
Yah, aku masih bersama Maulina. Namun di tengah kelas 1, terjadi masalah dgn Maulina. Ternyata selama ini Maulina selalu mengambil uangku. Bahkan ia mencuri kamera dan telepon genggamku. Aku tak tahu benar atau tidak, tapi menurutnya dia tak suka denganku karena aku terlalu sobong dan menjijikkan. Yah, aku ingat bahwa sewaktu SMP kami berdua juga pernah saling diam hanya karena aku tak membantunya dalam ujian Matematika. Namun kupikir semuanya tak membuat masalah baru. Sejak kejadian kedua kalinya itu, aku menjaga jarak dengan Maulina. Apalagi papa mama jadi tak suka dengan Maulina. Sebenarnya karena sebelum mengetahui kebenarannya, aku membea Maulina mati-matian di depan papa mama.
Akhirnya masa kuliah, aku memiliki teman sekamar. Selama 1 tahun pertama, aku dekat dengan Sonya, Mega, dan Sri, yang ketiganya teman sekamarku. Kemudian Nina, Magda, dan Novi. Kami menyebut diri kami BACINTO, BAtakCINaTOraja. Namun karena kami berbeda jurusan dan kostan, kami semakin jarang bertemu.
Di sejurusanku, aku dekat dengan Joe, Christina, Sri, Bubu, Muti,Agnes,Toge,Yatonk...tiga tahun bersama, selain mereka aku juga punya teman lainnya. Kali ini pastinya lebih bebas, karena aku kost dan jauh dari orang tua atau tanteku...
Sampai saat ini ada 3 teman yang aku anggap seperti adikku sendiri. Karena mereka kelahiran tahun 1989, sama dengan adikku, Samuel. SMP ada Angela. SMA ada Tiffani. Kuliah ada Novi. Aku sayang sekali dengan mereka dan anehnya aku tak hanya ingin menjadi teman bagi mereka tapi juga ingin menjadi seorang kakak, tempat mereka berbagi, meminta pendapat. Aku ingin di samping mereka di saat mereka jatuh atau terluka. Menguatkan mereka dan menjadi tempat bersandar utk mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar