Senin, 14 Desember 2009

Pandangan Teori

Hal ini aku tulis setelah mendapat penjelasan dari para dosenku tercinta. Yah terserah bagaimana pendapat teman-teman sekalian.
Yang paling ingin aku jelaskan dan klarifikasi adalah mengenai kasus Bank Century. Orang-orang di luar sana menyatakan bahwa uang rakyat telah dicuri. Mari kita bahas dengan jelas dan berdasarkan ilmu. Uang yang diberikan yang besarnya milyaran itu bukanlah uang rakyat. Uang yang dikeluarkan oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) adalah uang simpanan para bank sebagai penjamin jika seandainya bank mereka mengalami masalah. Sedangkan yang dimaksud uang rakyat yang disimpan oleh negara adalah uang pajak yang dipungut oleh pemerintah.
Uang yang dari LPS itu sama halnya dengan asuransi. Kita yang mempunyai asuransi pasti tahu mekanismenya bukan ? Kita membayar sejumlah uang yang merupakan premi, jika terjadi sesuatu terhadap kita maka asuransi yang menanggungnya. Nah, begitu juga yang terjadi antara LPS dan Bank Century. Jadi, benar-benar sangat bodoh jika mengatakan bahwa LPS menggunakan uang rakyat. Ayo donk mahasiswa yang terpelajar, percuma saja kau menuntut ilmu tinggi-tinggi tapi kau tak memahami sistem ini. Jujur aku panas sekali ketika mereka mengatakan itu uang rakyat.
Uang rakyat itu adalah uang hasil pajak yang dikumpulkan oleh pemerintah. Nah, orang-orang yang berteriak pencurian uang rakyat, apakah engkau sudah membayar seluruh pajakmu ? Atau pernahkah kau menipu besar pajakmu ? Pernahkah kau mengakal-akalinya ? Mungkin kalian beralasan tidak membayar pajak karena belum tentu menggunakan dengan baik. Yah, memang diakui bahwa adsa beberapa oknum pemerintah yang tidak jujur. Mereka memakai uang itu untuk kepentingan pribadi mereka. Itu benar-benar pencurian uang rakyat.
Masalah yang ada di Bank Century adalah bank ini kalah kliring. Ia tak mampu membayar net sattlement terhadap bank-bank lainnya. Bank ini dirampok oleh pemiliknya sendiri. Jadi, ini adalah perampokan oleh pemiliknya sendiri.
Kesalahan Bank Indonesia adalah seharusnya bank yang hanya memiliki DPK sebesar 80 harus dilikuidasi, namun Bank Century yang hanya -150 belum ditutup. Hal ini sudah diketahui sejak April. Jika saat bln April/Mei itu Bank Century ditutup, maka tidak akan berdampak sistemik. Hal ini dikarenakan pada saat itu kondisi perekonomian kita sedang prima, ingat kan pada saat itu kita melangsungkan Pemilu. Namun jika ditanya pada saat November, pastinya jika Bank Century ditutup maka dapat berdampak sistematik. Analisisnya begini loh. Pada bulan November itu, Bank Indonesia melakukan kesalahan kebijakan sehingga nilai tukar rupiah melemah hingga hampir mencapai 20ribuan. Pada saat itu, jika Bank Century ditutup, maka akan dapat menyebabkan kepanikan masyarakat. Masyarakat akan berpikir akan terjadi lagi seperti tahun 1997/1998. Masyarakat akan bertanya-tanya bank mana lagi yang akan menyususl akan dilikuidasi. Masyarakat panik dan mengambil uangnya. Dapat dibayangkan betapa kacaunya itu.
Kesalahan lainnya adalah ketidakadilan pemerintah. Pada saat terjadi bencana alam yang dasyat, yang merenggut nyawa banyak orang, tindakan sigap pemerintah sangat mengecewakan. Bantuan itu begitu lama turun. Beda halnya dengan penurunan dana untuk Bank Century yang mencapai 6,7 trilliun.
Maaf sekali jika ada yang salah...Aku juga masih belajar, perlu dikoreksi juga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar