Jumat, 25 Desember 2009

Fiction Story - kisah idola dan fans

Aku menemukan ide ini karena cerita seorang adik kecilku yang manis dan cantik tentang idolanya. Memang sangat menarik karena menurutku adikku ini benar-benar mengidolakannya. Perlu diketahui bahwa adikku ini tipe yang sangat susah ditebak. Sejak kecil di dalam keluargaku memang yang berprestasi kebanyakan anak perempuan dan adikku ini memang anak yang pintar dan cantik. Jadi, banyak cowok yang menyukai dan mendekatinya, namun semua malah ditanggapi dengan dingin dan kasar. Akhirnya cowok-cowok itu takut menyatakan perasaannya. Nah ini dia kisah karangananku.

Angel adalah anak keempat dari enam bersaudara. Dia mempunyai 2 kakak perempuan, seorang kakak laki-laki, seorang adik perempuan, dan seorang adik laki-laki. Lengkap memang. Papa mamanya sangat sibuk, tapi setiap akhir pekan merupakan hari keluarga mereka. Meski dari senin hingga jum'at kedua orang tuanya tdk di rumah, tapi ia memiliki kakak yang mengurusinya. Akhirnya mereka bersaudara saling melengkapi satu sama lain.
Sejak kecil, ia telah mengikuti banyak les tambahan, sama seperti kakak-kakaknya. Akhirnya Angel mahir bermain piano, mahir taekwondo, mahir balet, mahir renang, mahir basket, dan tdk ketinggalan dengan kefasihannya berbahasa asing.
Banyak cowok yang berusaha mendekati Angel, namun cowok-cowok itu ditolak mentah-mentah. Bahkan jika memaksa, maka cowok-cowok itu akan menjadi bulan-bulanan Angel. Akhirnya beberapa cowok yang menyukai Angel hanya dapat diam memendam perasaannya dan senang hanya dengan menjadi teman yang akrab dengan Angel.
Suatu hari Angel diajak oleh kakak laki-lakinya menonton sebuah pertandingan basket. Sebelum masuk stadion, ia ke kamar mandi dulu. Ternyata saat ia kembali ke tempat duduknya, tak sengaja ia melihat ada sekelompok orang yang sedang berkerumun, ternyata ada seorang pemain basket entah dari kelompok yang mana sedang diancam. Angel menghampiri, perkelahian pun tak terelakkan. Di saat Angel mau dipukul dari belakang, ada laki-laki lain yang membantu Angel. Ia menghajar para preman itu. Ia mengucapkan terima kasih singkat dan mengajak laki-laki yang diancam itu pergi.
Saat masuk kembali menonton pertandingan, Angel melihat kedua laki-laki itu lagi. Ternyata mereka pemain dan ternyata mereka berdua itu idola para anak muda. Sejak saat itu, Angel tertarik dengan pemain basket yang membantunya itu, William namanya.
Angel mulai mencari informasi mengenai William. Ia sangat menyukai laki-laki itu, namun yang mengetahui hal ini hanyalah saudaranya, ia malu diketahui oleh orang lain bahwa ia begitu sangat mengidolakan seseorang.
Suatu hari Angel pulang sekolah dengan gembira, ia langsung menghubungi kakak pertamanya, ia menceritakan bahwa William ternyata kini telah pindah ke sekolahnya dan satu kelas dengannya. Angel begitu senang, namun hal ini tak ditunjukkannya di sekolah. Ia selalu menjaga wibawanya. Angel menceritakan betapa senangnya ia akhirnya melihat William berdiri di hadapannya dan menjabat tangannya.
Hari berganti, William dan Nico telah akrab dengan teman-teman barunya. Para gadis pun banyak berusaha menarik perhatian mereka. Akan tetapi hanya satu gadis yang tampaknya sangat dingin dan cuek dengan mereka berdua. Gadis ini malah hanya berbicara dengan mereka jika hanya ada keperluan, singkat, padat, dan jelas. Gadis ini tak pernah bertele-tele ataupun mencari perhatian. Yah, tanpa disadari mereka berdua, William dan Nico asyik membicarakan Angel di tengah sela-sela latihan mereka. Mereka berdua penasaran dengan gadis ini, apalagi setelah mendengar cerita-cerita dari teman-teman lainnya. Anak-anak cowok banyak yang menyukainya, namun tak berani menyatakan perasaan. Beda dengan anak cewek, yang sebahagian besar tidak menyukainya karena menganggap Angel merupakan gadis otoriter, namun tak sedikit juga anak perempuan yang memujanya.
Suatu hari pada saat William & Nico sedang hang out bersama teman-teman satu tim mereka, tak sengaja melihat Angel. Mereka menunjukkan Angel ke teman-teman yang lain. Ternyata ada di antara mereka yang mengenal, Leon namanya. Leon mengenalkan siapa saja yang bersama Angel. Ia menunjuk kakak pertama Angel, Maria, yang merupakan seorang dokter terkenal. James, suami Maria, seorang CEO paling dikagumi di dunia bisnis. Daniel, kakak laki-laki Angel, seorang atlet renang. Jessica, kakak perempan Angel kedua, seorang pianis terkenal. David, sahabat Angel sejak SD. Leon bercerita bahwa dirinya adalah teman Daniel sejak SD. Dia mengenal Angel karena sering berkunjung ke rumah mereka. Leon cerita bahwa mereka bersaudara terkenal memiliki banyak prestasi meskipun kedua orang tua mereka super sibuk. Ini semua karena kerasnya didikan Maria, kakak tertua mereka. Daniel meskipun tak bagus di akademik, namun bagus di olahraga. Keluarga itu terpandang dan dihormati. Meskipun keluarga itu memiliki 4 anak perempuan, tapi tak ada anak laki-laki yang berani mendekati salah satu anak perempuan mereka. James itu saja karena dijodohkan oleh orang tua. Kabarnya untuk membesarkan perusahaan mereka.
Leon bercerita anak perempuan yang paling susah didekati itu adalah Angel. Setiap laki-laki yang berani mengakui perasaan padanya akan mendapat ganjaran. Makanya semua teman-teman laki-lakinya tidak ada yang berani, termasuk David. Semua orang tahu bahwa David amat menyukai Angel, makanya ia menjadi seperti anjing penjaga Angel.
Nico yang terkenal playboy menantang teman-temannya bahwa ia akan mendapatkan Angel. Nico juga menantang siapa yang ikut bermain. William pun ikut penasaran. Akhirnya yang lain juga ikut, kecuali Leon yang tak mau ambil resiko. Beberapa dari mereka mulai maju, namun akhirnya mereka malah harus mengakui kalah karena menghadapi David.
Berbeda dengan Leon yang langsung menghampiri Daniel. Ia diterima dengan baik. William & Nico menyusul beraksi. Ia mendekati meja itu kemudian perkenalkan diri sebagai teman sekelas Angel. Daniel dan Maria menyambut hangat, malah mengundang utk duduk bersama.
Pada malam itu, William & Nico melihat sisi lain Angel. Ketika ia bersama kakak-kakaknya ia terlihat lepas dan santai. Satu-satunya yang tidak santai hanyalah David, ia masih bersikap berjaga-jaga, mencurigai niat William & Nico. Akhirnya Angel berusaha mencairkan suasana dengan menyuapi David makanan & berbisik meminta dirinya santai saja.
Mulai keesokan harinya di sekolah, William & Nico berusaha mendekati Angel. Namun ditanggapi datar oleh Angel. Ia selalu berhasil menjawab godaan mereka berdua dengan anggun dan seperti tak terpengaruh. Hal ini membuat beberapa anak perempuan yang tak suka namun mereka juga tak berani melawan Angel.
Pada saat jam olahraga, William & Nico berusaha menunjukkan aksi permainan basketnya di lapangan. Tak diduga ternyata aksi Angel juga bagus. Ia adalah kapten tim basket putri sekolah. Mengetahui hal itu, William & Nico bersedia masuk ke dalam tim basket putra agar memiliki kesempatan untuk mendekati Angel pada saat latihan. Ternyata tidak seperti yang dibayangkan, masih saja sulit. Pada saat latihan, Angel benar-benar serius. Setelah selesai, dia juga langsung pergi.
Suatu hari tak sengaja William mendengar Angel bertelepon dengan seseorang. Betapa kagetnya ia mendengar pembicaraan Angel : "Aku sangat menyukainya. Amat sangat. Tapi hal ini tak boleh diketahui siapa pun. Ini rahasia.". William tak sengaja menyenggol sesuatu, hal ini membuat Angel menyadari kehadiran William. Angel mengejar William & memintanya berpura-pura tidak mendengar percakapannya di telepon. Akhirnya rencana William muncul. Ia menawarkan tidak akan bicara apa-apa kecuali Angel membantunya berpura-pura menjadi pacarnya untuk membantunya menangani cewek-cewek yang menggerumutinya. Awalnya Angel tidak mau, tapi akhirnya ia setuju juga karena diancam betapa malunya seorang yang dianggap begitu tegas dan hebat bisa juga seperti tadi. William menunjukkan video Angel tadi.
Keesokannya Angel dijemput oleh William. Betapa kagetnya David mendengar Angel mengiyakan bahwa kini Angel telah pacaran dengan William. Seperti yang sudah diduga sekolah pun jadi gempar. William bermain mata dengan Nico menandakan bahwa dirinya telah menang. Namun Angel tetap saja bersikap tegas dan keras. Ia sengaja menyibukkan diri dengan kegiatan OSISnya dan mempersiapkan jadwal latihan tim basket putri. Angel menghindari berada dekat William. Tapi William tak habis akal, malah ia yang mengikuti semua kegiatan Angel. David yang tak menyukai hal ini pun tak dapat berkata apa-apa lagi.
Sepulang sekolah William paksa Angel untuk pulang bersama, namun hal ini Angel berusaha menolaknya. Namun ketika William mengeluarkan handphone miliknya, Angel menuruti William. Ternyata William mengajak Angel ke tempat latihannya. William ingin menunjukkan keberhasilannya.
Hari demi hari Angel selalu bersama William. William selalu mengikuti semua kegiatan Angel, namun pada saat William berlatih dan bertanding Angel yang menemani. Lama kelamaan perasaan William aneh terhadap Angel. Ia begitu tak suka dngan Angel yang mudah akrab dengan teman-teman laki-lakinya bahkan Angel juga dengan mudahnya akrab dengan pelatihnya. Hal ini diledek oleh Nico. Nico mengatakan bahwa William telah benar-benar suka dengan Angel, namun hal itu dibantah oleh William.
William juga merasa senang dan bahagia saat berkumpul dengan keluarga Angel. Ternyata mereka sekeluarga tidak seseram seperti anggapan orang-orang. Malah mereka sangat hangat. William malah telah diterima pada acara week end bersama kedua orang tua Angel. Kedua orang tua Angel begitu sibuk, namun mereka benar-benar berkomitmen dengan weekend sebagai waktu penuh untuk keluarga. Hal ini tak didapatinya di dalam keluarganya. Inilah yang membuat Angel semangat dan senang sekali mengajak William bergabung dalam keluarganya.
Suatu hari saat Nico sedang meledek William yang telah benar-benar jatuh cinta pada gadis taruhannya, hal ini didengar oleh Angel. Betapa marahnya Angel, ia menghampiri William dan menamparnya. Sejak saat itu, William benar-benar tak dapat mendekati Angel. Penjagaan David begitu ketat & Angel benar-benar tidak peduli. Keadaan ini menjadi kabar gempar. Anak perempuan kembali berusaha mendekati William, berusaha menggantikan posisi Angel.
William menunggui Angel rapat dan latihan tapi tak digubris. Malah saat ke rumah lebih banyak lagi halangan, terutama oleh Kevin, adik bungsu keluarga Angel yang begitu membenci William.
William menonton pertandingan final basket putri. Angel tampak memaksakan diri, namun akhirnya mereka menang. Angel berjalan ke pinggir lapangan & tak lama pingsan.
Sejak saat itu, Angel tak muncul di sekolah. Begitu juga David tak mau membuka mulut. Saat ke rumah juga ia tak diizinkan masuk utk bertemu Angel.
Akhirnya pada saat pertandingan, William berusaha menang agar dapat kesempatan untuk pidato kemenangan. Akhirnya dia menang, pada saat pidato kemenangan ia menyampaikan permintaan maafnya pada Angel & menyatakan bahwa ia benar-benar cinta Angel.
Ternyata di sudut ruangan itu, Angel mendengarnya kemudian menitikkan air mata dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ia meninggal dalam pelukan David yang menemaninya.
David segera berdiri & membopong Angel. William yang melihatnya berusaha mengejar. Namun betapa kagetnya William melihat Angel yang sudah begitu pucat & kaku.


Nah, ceritanya sad ending...Mohon komentarnya yah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar