Kamis, 31 Desember 2009

Fiction Story - idola & fans versi 2

Skrg aku punya versi lain dari cerita karangan kemarin..habisnya yg kemarin kan sad ending,nah bagi yang gak suka...(sebenarnya aku juga tidak suka sad ending, cmn mau dramatisir ajah....). Bedanya dari cerita yang kemarin bagaimana yah??Aku juga bingung nih...


Suatu hari William sedang malas masuk kelas. Ia sengaja membolos, naik ke atas atap. Betapa kagetnya ia melihat Angel. William mengejutkan Angel. Ia meledek seseorang seperti Angel bisa juga membolos dan parahnya ternyata di samping Angel ada jarum suntik. William menuduh Angel memakai narkoba. Angel menjelaskan bahwa jarum suntik itu bukan untuk narkoba. William tak mau dengar. Ia berniat melapor. Angel berusaha menyakinkan bahwa itu bukan untuk narkoba, tapi Angel diam saat ditanya lantas untuk apa jarum itu. William hendak pergi, namun ditahan oleh Angel. Ia menyatakan bahwa ini untuk obatnya. Ia sakit dan membutuhkan obat. Ia tak mau orang lain tahu bahwa ia sakit. Ia tak mau dilihat lemah oleh orang lain. Ia memohon kepada William untuk tidak memberitahu siapapun, sebagai gantinya ia rela melakukan apapun untuk William.
Akhirnya saat pulang sekolah terjadi kegemparan. William menggandeng Angel & Angel tak menolaknya. Para anak perempuan banyak yang mencibir, ternyata Angel normal juga, bertekuk lutut dengan kegantengan William. Para anak laki-laki langsung kecewa & patah arang, namun juga merasa senang ternyata Angel yang mereka puja normal. David sendiri begitu kaget. Apalagi hari ini Angel tdk akan pulang dengannya, padahal tadi pagi masih dirinya yang menjemput Angel.
Di dalam mobil, Angel menekankan bahwa William jangan berani mengambil kesempatan. William mengiyakan. Tapi dia senyum sendiri. Angel menanyakan mengapa William senyum-senyum, apakah ada noda atau yang lucu di wajahnya. William menjawab bahwa hari ini ia sangat senang karena sudah mendapatkan anugerah yang begitu indah, yaitu menjadi pacar Angel. Di dalam hati sebenarnya Angel sangat senang, tapi ia menampilkan wajah yang biasa saja. Malah dengan datar Angel menjawab bahwa hubungan ini selanjutnya terserah William mau bagaimana karena dirinya tak pernah pacaran dan memang tak berminat.
Ternyata William mengajak Angel ke tempat latihannya. Ia memperkenalkan Angel kepada teman-teman dan pelatihnya. William menyuruh salah satu dari mereka untuk membeli makanan. Angel juga menunggui William berlatih. Yang tak disangka William dan Nico, Angel itu seorang yang ramah. Buktinya ia sudah cepat akrab dengan para pemain lainnya, malah dengan sang pelatih yang terkenal keras sekalipun. Maria bermain basket bersama mereka.
Sesampainya di rumah, Angel bercerita pada Jessica betapa bahagianya ia sekarang berpacaran dengan William. Tapi ia tak boleh menunjukkan rasa sukanya dengan terang-terangan supaya ia mempunyai bargaining position, tak sama dengan anak perempuan lainnya.
Hari berganti, hubungan pasangan Angel-William menjadi pasangan pujaan, yang satu ganteng dan berprestasi dan yang satu lagi cantik dan pintar. Mereka pasangan yang ideal. Meski berpacaran, tapi di sekolah mereka tak pernah hanya berdua, selalu ada Nico dan David. David awalnya dingin dan sinis, namun suatu hari ia mulai mencair. Ia mulai berbicara dengan baik bersama Nico dan William.
Jika tidak ada urusan, Angel menemani William latihan. Sebaliknya jika William tdk ada urusan, ia menemani Angel latihan basket putri atau menemani Angel ke pertemuan-pertemuan mewakili keluarga Angel. Hubungan William dengan Angel disetujui oleh orang tua Angel. Bahkan William diterima dengan baik di acara akhir pekan keluarga. Sementara itu, keluarga William sendiri sangat senang karena putranya dapat berpacaran dengan putri dari keluarga yang terpandang.
Suatu hari pada saat latihan dan ada Angel ikut, William tampak berbeda. Ia tampak tidak konsentrasi. Nico menghampiri William dan mengatakan bahwa William telah benar-benar menyukai Angel. Tampaknya William cemburu dengan teman-teman sekelompoknya sendiri. Nico menyatakan bahwa William tak mau kehilangan Angel karena Angel begitu berharga. Angel adalah cewek yang cantik, pintar, dan kaya. Keluarga Angel sekarang membantu bisnis keluarga William. Di sekolah juga, nilai-nilai William juga membaik. Masalah keuangan klub juga aman, karena banyak yang mau membantu finansial klub. Nico menyindir bahwa William takut suatu hari rahasia William mendapatkan Angel diketahui orang lain dan orang lain dapat mengambil Angel darinya. William marah dengan apa yang dikatakan oleh Nico.
Namun tak lama tampak David. Angel berpamitan dan mengatakan bahwa ia ada urusan lain. William silahkan melanjutkan latihan saja, apalagi besok adalah hari pertandingan. Angel akan pulang bersama David. William tak setuju, tapi Angel bersikeras. William mau tak mau menyetujui, apalagi pelatihnya sudah memanggil.
Keesokannya ternyata William menjemput Angel untuk berangkat bersama. Angel duduk di bangku para pemain, berada di sebelah pelatih. Sisca, manajer klub basket itu memandang sinis Angel. William bermain maksimal. Ia ingin membuat Angel terpukau. Angel sendiri dengan semangat menyoraki William dan pemain lainnya. Akhirnya grup William menang. Angel memeluk para pemain semuanya. Kemudian Angel mengajak mereka untuk datang ke rumahnya sekarang, untuk merayakan kemenangam.
Di rumah Angel, mereka ternyata disambut oleh kedua orang tua Angel dan saudara-saudaranya. Mereka menyediakan makanan. Angel tampak bersenda gurau dengan semua pemain. Hanya satu orang saja yang tampak tak menikmati, yaitu Sisca.
Pada saat itu, tak sengaja Sisca mendengar percakapan Nico dengan beberapa teman tim lainnya mengenai betapa beruntungnya William. Selain memenangkan taruhan, William memiliki banyak keberuntungan berpacaran dengan Angel. Bisnis keluarganya dibantu. Nilainya membaik. Kebanggaan besar punya pacar cantik, pintar, dan kaya seperti Angel. Salah satu dari mereka menyatakan bahwa sejak awal William sudah merencanakan hal tersebut, yaitu memanfaatkan Angel.
William mengikuti Angel ke kamar Angel. Angel meminta William keluar dulu, tp William tdk mau. William menanyakan mengapa Angel akrab dengan teman-temannya. Dengan membelakangi William, Angel menyatakan tak ada salahnya, apalagi mereka teman-teman William sendiri. William meminta Angel untuk tidak terlalu akrab dengan mereka. Angel menyatakan bahwa kecemburuan Willaim tak beralasan. William menolak menyatakan bahwa ia cemburu. Tak lama Angel meminta William untuk keluar sebentar, pembicaraan dilanjutkan nanti saja. Tapi William tetap tak mau, ia malah mendekati Angel dan menarik badannya. Angel berusaha memberontak. Tapi ia terlalu lemah. Betapa kagetnya William melihat hidung Angel mimisan. William panik. Angel meminta William jangan panik. Angel segera mengambil suntikan yang ada di meja belajarnya. Ia menyuntikkannya kemudian terduduk di kursinya. Ia menghapus darahnya dan berjalan ke lemari pakaiannya dan mengambil kaus baru. Ia mengganti kaus yang sudah kena darah. Angel menghampiri William dan mengingatkan bahwa sebelumnya ia mengatakan bahwa ia sedang sakit dan membutuhkan obat yang tak boleh telat. Angel meminta William untuk tetap menyimpan rahasia tersebut. Angel mengajak William untuk keluar dengan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Tapi nyatanya tdk spt itu, William tampak melamun di taman belakang. David menghampirinya. Ia menanyakan apakah William sudah tahu mengenai penyakit Angel. William kaget ternyata David mengetahuinya. David akhirnya bercerita bahwa ia tahu bahwa Angel sakit, tapi Angel tetap berusaha tampil senormal mungkin. Oleh sebab itu, David bertekad untuk menjaga Angel, jangan sampai rahasia yang sudah dijaga Angel terbongkar. Ia tak mau usaha Angel berpenampilan kuat menjadi sia-sia. David juga mengatakan sejujurnya bahwa dia melunak pada William dan Nico hanya karena permintaan Angel.
Di kamarnya, William berpikir kuat. Angel mau berpacaran dengannya untuk melindungi rahasianya. David begitu protective pada Angel juga untuk melindungi rahasia tersebut. William penasaran apa sebenarnya penyakit Angel.
Keesokan harinya, saat di mobil William menanyakan apa penyakit Angel. Namun Angel tak mau menjawab. Angel meminta William untuk tdk khawatir dan bertingkah aneh. Angel meminta William untuk menganggap tak ada penyakit tersebut.
Suatu hari, Sisca menemui Angel. Ia menantang Angel untuk bermain basket satu lawan satu. David melarang karena harus bermain di outdoor. Sisca meledek Angel tak mau bermain karena takut kulit putri miliknya rusak. Beberapa cewek penggemar juga menyoraki, mereka sebenarnya ingin menjatuhkan Angel, tapi mereka sendiri takut. Dari salah satu fans malah menyindir bagaimana seorang kapten basket dan pacar dari seorang William takut bermain melawan Sisca. Akhirnya Angel setuju.
Pertandingan benar-benar seru. Angel dan Sisca sama-sama kuat.Permain sudah berjalan 5 menit, namun belum ada yang memecahkan nilai 0. William dan Nico datang. Mereka menyaksikan pertandingan tersebut. Betapa hebatnya permainan dua orang cewek yang ada di lapangan itu. Akhirnya Angel mencetak angka,. Sisca menghampirinya kemudian berbisik bahwa William mau berpacaran dengan Angel hanya untuk taruhan dan memanfaatkan Angel. Angel sempat terdiam, namun ia tetap berusaha berkonsentrasi. Angel bermain lebih keras, tak memberi kesempatan Sisca untuk membalas hingga akhirnya Angel mencetak angka lagi, tapi kemudian ia langsung pingsan. David segera ke lapangan dan menggendong Angel. Ia segera membawa Angel ke mobil. William mengejar. David tampak sangat marah, mengapa dirinya mengijinkan Angel bermain di outdoor, yg jelas-jelas akan membuat Angel drop. Ia menyatakan akan membawa Angel segera ke rumah. Ia akan menghubungi Maria, kakak Angel. David menyuruh William segera latihan karena lusa akan bertanding. David mengingatkan bahwa Angel tak suka William bolos latihan.
William segera masuk ke lapangan dan menarik Sisca. Ia tampak marah sekali, ia menanyakan maksud Sisca melakukan itu. Sisca menyatakan jelas-jelas bahwa ia tak suka dengan Angel. Ia menganggap Angel munafik dan putri yang harus diberi pelajaran. Ia jijik dengan Angel. Yang mengagetkan Sisca menyatakan bahwa sebenarnya ia suka dengan Willism, ia benci dengan Angel. Ia ingin memberi pelajaran terhadap Angel.
Selama latihan William tak konsentrasi, ia kepikiran Angel terus. Akhirnya William diijinkan pulang duluan. William segera ke rumah Angel. Betapa kagetnya ia memasuki kamar Angel, ia melihat Angel dipenuhi dengan alat-alat medis. Tak lama Maria, kakak Angel, menghampiri dan meminta William tak usah khawatir. Ia menyatakan bahwa ini sudah pernah terjadi sebelumnya waktu Angel bertanding basket di sekolah lain yang mewajibkan di outdoor pada siang hari. Paling hanya dalam waktu 1 hari, Angel dapat pulih. Angel adalah gadis yang kuat. Maria menyakinkan bahwa Angel akan ikut mendukung dalam pertandingan William lusa. Oleh sebab itu, William harus memberi kemenangan.
William duduk di samping Angel. Ia menatap wajah Angel yang seperti putri tidur. Begitu cantik, tapi tampak rapuh. Tak lama Angel terbangun, ia menatap William yang tertidur di samping ranjangnya. Tak lama William terbangun. Angel tersenyum, kemudian raut mukanya berubah. Ia menanyakan mengapa William tdk latihan. William menyatakan bahwa latihan lebih cepat selesai karena selama latihan ia tak bisa konsentrasi sama sekali. Angel meminta William untuk tidak khawatir.
Angel juga mengatakan bahwa untuk sementara waktu mereka putus dulu. Angel mengatakan bahwa ia tak mau karena penyakitnya William jadi tak konsentrasi dalam latihan. William terkejut mendengar pernyataan ini. William menolak. Ia menyatkan bahwa basket bukanlah segala-galanya. Basket adalah permainan tim, jadi tanpa dirinya pun tim masih tetap bisa bermain. Namun Angel mengingatkan bahwa William adalah jantung tim itu. Jika tidak ada jantung, maka akan mati. Angel memohon kepada William untuk dapat konsentrasi dengan pertandingannya, apalagi di pertandingan tersebut akan ada tim penilai yang akan menilai apakah William layak mendapat beasiswa atau tidak. Angel mengingatkan bahwa William ingin sekali mendapatkan beasiswa itu supaya dapat menjadi pemain basket profesional dan tidak meneruskan bisnis keluarga. Angel meminta William untuk dapat bermain dengan maksimal dan mendapatkan beasiswa tersebut karena Angel tak akan kemana-mana. Ia berjanji akan tetap berada di tempat menunggu William menggapai impian.
Keesokannya William segera menemui David. Ia mendesak David mengatakan penyakit yang diderita Angel. David akhirnya jujur mengatakan bahwa Angel terkena penyakit kanker otak. Satu-satunya jalan adalah operasi yang kesempatannya kecil. Meskipun sekses, kemungkinan dapat mengakibatkan dirinya hilang ingatan. Angel selalu mengatakan bahwa ia lebih baik mati daripada harus melupakan orang-orang yang telah hadir di hidupnya.
Terdengar suara pot bunga yang tersenggol, William dan David segera keluar melihat. Ternyata ada Sisca. William menanyakan Sisca mengapa ada di situ. Sisca menjawab bahwa ia baru saja menemukan alasan yang kuat merebut William dari Angel. William tak pantas bersama Angel. Angel hanyalah putri lemah yang pura-pura kuat. Tidak dapat mendukung dan menopang William. Sisca mengingatkan betapa banyak yang dilakukannya untuk mendukung William. David naik darah, ia mendorong Sisca ke dinding dan menatapnya tajam. Namun ditahan oleh William. Sisca kemudian menyatakan bahwa William harus ingat bahwa dirinya mempacari Angel hanya karena taruhan dengan Angel. Jadi William tdk boleh terus disamping Angel yang sudah mau mati.
Tak lama handphone milik David berbunyi. Kevin, adik Angel, memberi tahu bahwa kondisi Angel drop. David segera beranjak diikuti William. Namun David menahannya dan memukul William. David mengatakan bahwa William tak pantas menampakkan diri di depan Angel.
Meski diancam David, William segera datang. Betapa kagetnya William, sekarang ini Angel telah dirawat di dalam ruangan kaca. Ia dipenuhi oleh alat-alat medis lebih lengkap lagi. Maria menghampiri William dan memberi William sebuah kotak. Maria menceritakan bahwa tanpa sepengetahuan orang rumah, Angel keluar diam-diam untuk mengambil kotak tersebut. Ia pergi ke resort milik keluarga mereka, sepertinya kotak itu dikubur di suatu karang di dalam lautan sekitar resort. Untung saja ada yang melihat Angel yang terapung dan menemukan kotak tersebut di dalam bawaannya.
William membuka kotak tersebut. Ternyata isinya kliping berita tentang dirinya di dalam diary dan ditambah tulisan tangan milik Angel. Maria menjelaskan bahwa Angel sangat menyukai William. Pada hari William meminta Angel menjadi pacar William dan mengatakan bahwa Angel adalah anugerah terindah, ia sangat bahagia sekali. Ia menceritakan kepada seisi rumah. Namun seminggu kemudian akhirnya ia tahu bahwa kamu menjadikannya pacar karena taruhan. Namun ia tak marah, ia berusaha ingin melihat dari sisi positifnya. Ia mengatakan bahwa ia akan dengan mudah meninggalkan William nanti, tidak akan membuat William bersedih karena kematiannya, karena William tak menyukainya. Tapi sebelum waktunya tiba, ia ingin sekali membantumu, membawa kehangatan. Ia menceritakan betapa dinginnya hati William karena keadaan keluarganya. Oleh sebab itu, ia meminta seisi keluarga memberi kehangatan keluarga kepada William.
Maria meminta William tidak mengecewakan Angel. William harus bisa mendapatkan beasiswa tersebut dan menjadi seperti yang pernah dinyatakan pada Angel. Sebelum pergi, Angel menyatakan bahwa ia setuju operasi. Ia menyatakan ingin hidup melihat William berhasil mencapai cita-citanya. Angel akan berjuang di meja operasi, jadi William juga harus berjuang.
Esoknya William tampak berbeda. Ia lebih pendiam. Malam sebelumnya ia curhat ke Nico. Dasar Nico, ia menceritakan kepada teman satu klub lainnya. Nico dan teman-temannya menghampiri William dan menyatakan akan membantu William menggapai impiannya dan memberi kekuatan pada Angel melawan penyakitnya.
Saat itu William bermain maksimal. Sementara itu, Angel berjuang di ruang operasi. Pada saat detik-detik habisnya waktu, kedudukan seimbang. Shooting dari William akhirnya membuat tim menang. Gegap gepita memenuhi gedung olah raga. Di saat yang sama, keadaan Angel semakin kritis. Tekanan darahnya turun.
Perwakilan sekolah olahraga datang menghampiri William dan menyalaminya, memberi selamat bergabung dengan sekolah mereka. William senang sekali. Tak lama handphone miliknya berbunyi dan membuat raut wajahnya berubah.

Tiga tahun kemudian....
William kembali dari luar negeri. Ia sudah menjadi pemain basket yang diakui. Ia kembali untuk beristirahat setelah bermain selama beberapa musim. Ia dijemput oleh Nico yang tampak berpakaian rapi. Nico mengantar William ke sebuah rumah. Pintu rumah terbuka dan disambut oleh Kevin. Ia tampak terburu-buru ingin pergi. Ia menyatakan bahwa ia sedang ada janji kencan tapi 'nenek sihir' itu masih saja ingin menyuruhnya belajar. Tak lama terdengar suara wanita yang memanggil Kevin. Kevin segera kabur.
Wanita itu akhirnya menanyakan mengapa William baru pulang sekarang. William tersenyum dan segera menghampiri Angel. William menciumnya dan mengatakan bahwa ia rindu Angel dan anak yang ada di dalam kandungan Angel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar