Kamis, 10 September 2009

Kesaksian dariku mengenai perpuluhan

Puji Tuhan hingga sekarang aku membayar perpuluhanku. Dan yang begitu luar biasa dan menakjubkan, persembahan perpuluhan aku meningkat. Aku benar-benar senang sekali. Aku jujur mengatakan bahwa begitu banyak godaan utk tdk usah membayar persepuluhan. Tp aku ingin benar-benar setiap melakukannya.
Kondisi keuangan dan kehidupanku dimenangkan. Aku merasa luapan kebahagiaan dan sukacita. Ku yakin bahwa apa yg aku alami ini merupakan berkat yg lebih besar nilainya.
Puji Tuhan krn beberapa bulan lalu di GBI Nafiri Allah Green Ville aku mendengar khotbah Pendeta Josia soal persepuluhan, tak lama aku juga dengar kesaksian seorg pengkotbah di PF-FEMIPA. Hal ini benar-benar menguatkanku utk membayar persepuluhanku. Aku bertekad utk setia.
Persepuluhan itu merupakan hak Bapa. Sama halnya dgn persembahan persepuluhan, aku rindu utk memberikan persembahan sulungku utk Tuhan, yaitu memberi 100 % gaji pertamaku utk Tuhan. Gaji yg pertama kali ku hasilkan dgn usahaku sendiri. Nah utk skrg, aku akan menyerahkan 100 % gaji mengajarku utk Tuhan. Aku ingin memberi yg terbaik bagi-Nya.
Kiranya aku semakin digiatkan dan tetap setia di dalam persepuluhan ini. Krn aku telah merasakan betapa banyaknya yg telah ku terima. Bayangkan saja dengan memberi persepuluhan, maka kita akan menghitung semua berkat Tuhan. Pd saat inilah kita menyadari berkat Tuhan yg senantiasa melimpah. Fokus kita telah berubah. Kita memandang berkat-Nya yg begitu luar biasa tak sebanding dgn apa yg kita dapat dari dunia ini.
Aku benar-benar rindu memiliki keluarga yg taat melakukan persepuluhan, bahkan kata Pdt Josia harus sejak dini anak-anak diajarkan mengenai persepuluhan, sehingga ia akan merasakan berkat yg luar biasa. Namun ada hal yg benar-benar penting dan harus diingat : Persepuluhan jgn hanya jd rutinitas dan juga penting ditanamkan di hati kita bhw : Jgn melakukannya utk dipuji, lakukanlah dgn tulus.

1 komentar: