Minggu, 23 Mei 2010

Skripsi & penyakit maag akutku

Wah, ini benar-benar curhat seorang mahasiswa tingkat akhir sepertiku. Aku benar-benar mersa kesal sendiri karena semua yang sudah ku atur dan ku rencanakan tidak berjalan seperti bayanganku. Aku pikir semua sudah dalam perhitunganku. Ternyata aku salah. Aku terlalu menganggap diriku terlalu tinggi. Karena sudah tidak lama membuka buku & belajar, aku merasa tumpul. Bahkan untuk pengolahan data yang biasa dan gampang saja, aku benar-benar tak bisa apa-apa.
Aku menargetkan bahwa paling lambat Agustus ini aku sudah lulus dan keluar dari IPB. Mudah-mudahan targetku tak melenceng. Apalagi semua keluarga menanyakan padaku.
Parahnya penyakitku mulai bermunculan. Bermula dari hightentionheadache. Rasa sakit yang sangat menyakitkan di kepala bagian belakangku. Ini benar-benar mengganggu dan menyakitkan. Sakitnya datang tiba-tiba dan terasa seperti ingin membunuhku. Amat teramat sakit. Dokter neurologiku mengatakan bahwa ini karena tekanan yang terlalu berat aku pikirkan. Tapi beliau menyarankan aku untuk melakukan pemeriksaan lbh lanjut, namun hingga sekarang tak aku lakukan.
Akhirnya Jum'at (21 Mei 2010) maag akutku kambuh. Aku tak bisa tidur, bahkan sampai jam 5 pagi. Benar-benar menyakitkan. Aku sampai menangis karena tidak sanggup menahannya. Namun tdk ada siapa-siapa untuk aku minta tolong, aku ada di kostan. Meskipun ada, belum tentu aku meminta tolong. Aku paling tidak suka orang lain tahu aku sakit, kecuali aku sudah bvenar-benar angkat tangan. Hingga hari ini (23 Mei 2010), aku jadi serba salah. Jika perutku kosong, aku terasa sakit. Namun setelah makanan itu masuk, aku juga akan kesakitan. Padahal aku makan terakhir sebelumnya. Lagi-lagi kata dokter, maag akutku ini kambuh karena pikiran. Tingkat stress yang tinggi memacu proses produksi asam lambung yang tinggi. Selain sakit yang luar biasa, gas itu menyakitkan dadaku dan juga membuat kepalaku terasa pusing.
Aku tidak tahu harus bagaimana. Tapi yang pasti, ini semua tak akan menghalangiku untuk terus bertahan di Bogor dan berjuang menyelesaikan skripsiku secepatnya. Aku sudah capek di dalam tekanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar