Minggu, 02 Desember 2012

P.S : Miss You, Dad

Dear Papa,

Aku tahu papa bisa melihat kami di sana. Puji Tuhan, Pa. Kakak, Mama, dan Adek Samuel sehat. Puji Tuhan, kakak sudah dapat kerja, Pa. Kakak kerja seperti kerjaan papa sebelumnya, menjadi seorang auditor. Papa bangga kan? Papa tersenyum kan di sana? Putri kebanggaan papa, boru hasian papa mengikuti jejak karier papa.
Mama juga Puji Tuhan, baru pulang dari Israel. Semua karena kasih karunia Tuhan, Pa. Tuhan memberi kemurahan hati kepada Tulang dan Nantulang Jessica. Mama juga sehat, Ma. Tanggal 29 November lalu, mama berulang tahun yang ke-55. Puji Tuhan, Pa. Tanggal 1 Desember lalu, sekalian Tulang dan Nantulang Jessica, juga Kevin datang ke Medan, Pa. Kami bisa bersukacita bersama merayakan ulang tahun mama, Pa.
Memang mama akhirnya jadi sedikit kecapean, Pa. Tapi Puji Tuhan, tadi kata mama, mama sudah mendingan, Pa.
Puji Tuhan, Samuel juga sudah wisuda D3, Pa. Jika Tuhan izinkan, kakak meminta adek untuk bisa melanjutkan S1, Pa. Karena Adek itu adalah anak laki-laki kebanggaan papa. Pokoknya kami berdua akan membanggakan papa.
Puji Tuhan, Pa. Waktu tanggal 29 November lalu, kakak bisa mentraktir untuk ulang tahun mama, Pa. Aku melihat ada kepuasan dan kebanggaan di raut wajah mama. Tulang juga bangga, Pa. Puji Tuhan, aku bisa membuat mereka bahagia, Pa.

Malam ini, kakak benar-benar kangen papa. Apa yang terjadi malam ini benar-benar menyakitkan. Kakak bertahan untuk diam dan kuat untuk mama dan adek. Mudah-mudahan semua terselesaikan dalam kasih.
Meski papa sudah tidak ada, kakak dan adek Samuel tetap mengalir darah Keluarga Silitonga, dan mama juga seorang Nyonya Silitonga. Kakak juga mengakui banyak kekurangan kakak dalam memberi perhatian ke keluarga Silitonga. Namun kami tetap berusaha memberi yang terbaik dari kami jika memang diminta dan memang itu merupakan tugas kami, Pa.
Sakit. Benar-benar sakit, Pa. Perasaan terlupakan karena sudah tidak ada papa. Seakan-akan kami dianggap tiada.
Tapi tenang saja, Pa. Kami tidak akan mengecewakan papa. Silitonga adalah keluarga kami. Darah keluarga Silitonga mengalir dalam tubuh kakak dan adek Samuel. Sama seperti papa yang tetap melakukan tugasnya dalam keluarga sampai akhir sebaik mungkin, kami juga akan melakukannya, Pa.

Dear Tuhan Yesus,

Tuhan, tolong berikan aku, mama, dan Samuel hikat bijaksana dalam bertindak di tengah-tengah keluarga kami. Kiranya jangan ketiadaan papa di tengah-tengah kami, menjadikan suatu alasan yang tidak berkenan di hadapanMu. Kiranya kami tetap melakukan yang berkenan di mataMu Tuhan, untuk keluarga kami. Tuhan, kami rindu untuk selalu menjadi kesukaan bagi keluarga kami, menjadi pembawa damai sejahtera, menjadi penolong bagi keluarga kami. Sama seperti yang telah diteladankan oleh papaku selama ini. Tuhan, tolonglah kami selalu.
Tuhan Yesus, ampunilah aku, mama, dan adikku Samuel yang sempat terluka atas yang terjadi ini. Lawat dan balut luka kami ini, Tuhan. Jangan biarkan ini menjadi celah bagi iblis.
Tuhan Yesus, ampuni juga mereka. Mereka tidak tahu apa yang telah mereka lakukan. Kami semua memiliki banyak kekurangan. Aku, mama, dan adik Samuel juga banyak kekurangan yang belum kami lakukan sebagai keluarga.
Ampuni aku, mama, dan adik Samuel Tuhan. Ampuni karena segala kekurangan kami sebagai pribadi dalam keluarga kami. Ampuni kami, Bapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar