Selasa, 31 Maret 2009

ide ceritaku di tengah kegelapan dan rasa sakit yang ditahan

Di tengah gelapnya kamar kostanku ini serta di tengah menahan kesakitan, yah penyakitku sedang kumat, tapi aku terlalu angkuh untuk keluar kamar dan mengatakan bahwa aku sedang sakit, sakit lagi. Yah, aku ini seorang yang sering sakit-sakitan. Sebenarnya ini sudah sejak lama aku rasakan, jauh sebelum aku harus hidup kost sendiri. Dulu waktu aku masih sekolah, aku sering merasa sakit seperti ini, tapi aku selalu menahannya sendiri. Ya, aku suka mengurung diri di kamar dan kedua orang tuaku menganggap ini hanya bagian dari sifatku yang memang tak mau peduli. Aku suka menghabiskan waktu di kamar, aku anak rumahan. Tetapi mereka semua tak tahu kalau sebenarnya aku sedang menahan sakit di kamar. Memang saat aku keluar kamar, aku tak mengatakan atau menunjukkannya. Nah, hingga akhirnya tubuhku ini berontak. Sejak aku hidup kost sendiri, aku bolak balik keluar masuk rumah sakit. Hal ini membuat seluruh keluarga dan teman2ku menganggapku menyusahkan saja. Lama kelamaan aku merasa seperti kuman yang dijauhi oleh mereka. Aku merasa tak memiliki teman. Tapi nyatanya aku memiliki seorang kekasih yang mendukung aku, dia tak suka aku merasa sedih hanya karena perlakuan mereka. Ia menopangku dan mengingatkan untuk tetap kuat. Aku memang ingin kuat. Tapi ada saatnya aku benar-benar lemah, aku capek sekali seperti ini. Adakah orang yang menerimaku seperti ini? Aku takut kekasih letih bersama denganku yang hanya sakit2an.

Aku punya ide cerita, menyedihkan sih, begini ceritany :
seorang perempuan, anak golongan berada, pintar, tapi sakit2an karena punya kelainan jantung bawaan. Dia sangat ahli di segala bidang seni, namun tak mahir satu pun di bidang olahraga. Ia suka dengan kakak kelasnya, mereka dekat bahkan ia merasa kakak kelasnya itu juga suka padanya, ternyata kakak kelasnya hanya kasihan dan menganggap gadis itu hanya sebagai adik perempuannya yang telah meninggal. Yang menyakitkan kakak kelasnya itu malah suka dengan sahabat perempuan itu yang bodoh, ceroboh, namun amat mahir di bidang olahraga.
Setelah berapa lama tak mau berurusan dengan cinta, akhirnya ia jatuh cinta dan berpacaran dengan cowok yang selalu menghinanya, selalu mencelanya yang lemah dan sakit2an. Tapi perempuan itu tahu cowok itu melakukan hal tersebut karena cowok itu sayang pada perempuan itu. Itulah yang membuat perempuan itu jatuh cinta, karena di balik kekasaran cowok itu sebenarnya ia sangat sayang perempuan itu. Perempuan itu sering melupakan sakitnya, ia mengabaikan perasaan sakit, letih, dan perasaan yang tak mengenakkan lainnya.
Suatu hari tubuhnya menyatakan ketidakmampuannya untuk terus diabaikan. Pada saat i sedang jalan bersama dengan pacarnya di taman rekreasi, tiba-tiba hidung perempuan itu mimisan, kemudian ia tak sadarkan diri. Saat terbangun, perempuan itu sudah ada di rumah sakit dengan peralatan medis yang lengkap. Ternyata keadaan jantungnya semakin parah, di tengah keadaannya seperti itu, ia menatap kedua orang tuanya yang telah berada di situ beserta pacarnya. Perempuan itu tersenyum dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Tak lama setelah kepergian perempuan itu, orang tua perempuan itu menemui pacarnya dan memberi buku hariannya. Ternyata buku harian itu berisi mengenai saat-saat mereka bersama dengan detail dan di halaman terakhir, ternyata perempuan itu menulis pesan singkat "Aku sayang kamu. Terima kasih pada Tuhan karena aku mengenal kamu dan memiliki kamu sebagai bagian dalam hidupku yang singkat."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar